Pengamat: Larangan Mudik Lebaran 2021 Hanya Sekadar Formalitas

- Senin, 5 April 2021 | 15:22 WIB
Kepadatan kendaraan pemudik di Jalan Nagreg, Kabupaten Bandung, pada tahun lalu.
Kepadatan kendaraan pemudik di Jalan Nagreg, Kabupaten Bandung, pada tahun lalu.

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Mudik lebaran 2021 tahun ini kembali dilarang oleh pemerintah. Hal itu untuk menekan angka penyebaran Covid-19

Kebijakan larangan mudik lebaran 2021 itu dikritik dari berbagai pihak. Melarang mudik saat libur lebaran tanggal 6-17 Mei 2021 diniliai tidak efektif menurunkan tingkat penularan Covid-19.

Dilansir dari Hestek.id Ahli Epidemologi Lapangan Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman, Yudhi Wibowo mengatakan, hal ini tercermin dari realisasi larangan mudik pada lebaran tahun 2020.

Faktanya, tahun lalu tetap terjadi lonjakan mobilitas penduduk meskipun gembor-gembor larangan mudik sudah digalakan pemerintah. Hal tersebut tentunya berdampak lonjakan kasus positif hinga kematian karena Covid-19.

“Kebijakan larangan mudik hanya terkesan formalitas semata. Harusnya bersifat terpadu, terkordinir dan komprehensif secara nasional serta tersosialisas dengan baik kepada masyarakat,” katanya dikutip dari Suara.com, Senin (5/4/2021).

Yudhi menyontohkan, ada polemik yang timbul ketika para menteri berdebat soal istilah ‘mudik’ dengan ‘pulang kampung’.

“Harusnya kebijakan diselesaikan dulu antar menteri, semua terkesan mendadak. Sebagai contoh SE Menpan RB Nomor 7 tahun 2021 dikeluarkan mendekati hari H, sehingga kurang tersosialisasi dengan baik,” ujarnya.

Kebijakan larangan mudik lebaran 2021, kata Yudhi, tidak dibarengi dengan ketentuan teknis dan implementasi yang konsisten serta tegas di lapangan.

Dia melihat, ada kesan pembiaran meskipun jelas sekali bahwa terjadi lonjakan mobilitas penduduk selama waktu larangan tersebut.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Terkini

X