Waspada Penipuan Lowongan Kerja Bank BNI

- Kamis, 25 Maret 2021 | 13:40 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus (tengah) menunjukan barang bukti rekruitmen palsu yang dibuat oleh pelaku.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus (tengah) menunjukan barang bukti rekruitmen palsu yang dibuat oleh pelaku.

KEBAYORAN BARU, AYOBANDUNG.COM — Subdit IV Tipid Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya berhasil melakukan pengungkapan dan penangkapan terhadap pelaku tindak pidana manipulasi data. Dalam kasus ini, pelaku memanipulasi data seolah-olah otentik melalui media elektronik, yang dilakukan dengan cara membuat undangan rekrutmen karyawan BNI palsu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, dalam aksinya, pelaku berinisial MTN menggunakan logo BNI dan Waskita Karya dalam undangan rekrutmennya tersebut.

"Tersangka MTN melakukan rekrutmen karyawan BNI dengan menggunakan logo atau lambang BNI, sehingga terlihat seolah-olah dibuat atau diadakan oleh pihak Bank BNI melalui situs internet website https://recruitmentbni.snaphunt.com/ dan jooble.org," ujarnya di Polda Metro Jaya, Kamis (25/3/2021).

Nantinya, setelah korban tertarik dengan lamaran palsu yang dibuat oleh MTN, kemudian MTN meminta sejumlah uang kepada korban. Menurut alasan pelaku, uang tersebut untuk akomodasi hotel dan biaya transportasi sebesar Rp 1.700.000.

Pelaku memerintahkan kepada korban untuk mentransfer uang tersebut ke nomor rekeningnya. Kemudian, uang hasil dari penipuan tersebut digunakan pelaku untuk kehidupan sehari-hari.

"Kemudian jika ada korban yang tertarik, bisa mengirimkan lamaran dan mengirimkan data identias diri melalui link bit.ly/rekrutment-BNI, selanjutnya apabila ada yang tertarik akan dihubungi oleh tersangka melalui email tersangka yaitu recruitment.callbni@gmail.com. Selanjutnya tersangka juga akan
menghubungi korban melalui SMS atau WhatsApp," jelas Yusri.

Terdapat daftar email palsu yang dipergunakan pelaku untuk melakukan perbuatan penipuan rekruitmen karyawan, di antaranya rekruitmen Pertamina, rekruitmen Chevron, rekruitmen Adwijaya@wika dan rekruitmen Angkasapura Logistik.

Yusri menuturkan, pelaku melakukan aksinya sejak tahun 2020 dan meraup uang sebesar Rp40 juta dalam aksi penipuannya tersebut.

"Tersangka dikenakan Pasal 35 jo pasal 51 ayat (1) UU RI No. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun dan atau denda paling banyak Rp12 Miliar," katanya. [*]

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Terkini

PPKM Diperpanjang 2 Minggu hingga 4 Oktober 2021

Senin, 20 September 2021 | 18:05 WIB

Pegawai KPK Tak Lulus TWK Dipecat Tanpa Pesangon

Senin, 20 September 2021 | 17:32 WIB

Heboh M Kece Dianiaya Irjen Napoleon, Ini Alasannya

Senin, 20 September 2021 | 08:28 WIB
X