Kurang Terawat, Momunen Ledakan Gudang Mesiu Bandung Lautan Api

- Selasa, 23 Maret 2021 | 18:17 WIB
Bendera merah putih di area monumen Bandung Lautan Api, bekas ledakan gudang mesiu di Dayeuhkolot, sudah terlihat usang. Pun dengan kolam bekas ledakan gudang mesiu, kondisinya sudah berwarna hijau karena lumut. Bahkan, di atas air terdapat sampah dan rumput liar yang tidak dibersihkan secara rutin.
Bendera merah putih di area monumen Bandung Lautan Api, bekas ledakan gudang mesiu di Dayeuhkolot, sudah terlihat usang. Pun dengan kolam bekas ledakan gudang mesiu, kondisinya sudah berwarna hijau karena lumut. Bahkan, di atas air terdapat sampah dan rumput liar yang tidak dibersihkan secara rutin.

DAYEUHKOLOT, AYOBANDUNG.COM — Dayeuhkolot bukan hanya tonggak awal berdirinya pemerintahan Bandung. Namun ada peristiwa penting yang juga bisa ditelusuri dari sana, dalam sejarah Bandung yang dikenal sebagai peristiwa Bandung Lautan Api (BLA).

Tepatnya pada 24 maret 1946, bandung dibunmihanguskan oleh Tentara Rakyat Indonesia (TRI) dibawah pimpinan A.H. Nasution. Tiga bulan berselang, sebuah peristiwa bersejarah pun terjadi di Dayeuhkolot.

Sebuah gudang mesiu berisi 1.100 ton bahan peledak di Dayeuhkolot diledakan oleh Mohmmad Toha. Peristiwa ini terjadi pada malam hari.

Bekas ledakan mesiu tersebut lantas diubah menjadi sebuah monumen, untuk mengingatkan masyarakat akan masa lalu yang penting.

Monumen itu berupa sebuah kolam besar, yang muncul setelah ledakan gudang mesiu. Di depan kolam terdapat sebuah patung M. Toha dan monumen berbentuk api dengan prajurit di sekelilingnya.

Di bagian belakang kolam terdapat relief yang menceritakan peristiwa Bandung Lautan Api. Juga di bagian pinggir terdapat sebuah papan nama-nama pahlawan yang gugur dalam peristiwa Bandung Lautan Api.

Terdapat 227 nama pahlawan yang gugur dalam peristiwa Bandung Lautan Api, tercatat dalam papan tersebut.

Walaupun menjadi monumen penting dalam sejarah Bandung Lautan Api, namun kondisi monumen peledakan gudang mesiu di Dayeuhkolot terlihat kurang terawat. Hal ini patut disayangkan.

Bendera merah putih di area monumen sudah terlihat usang. Pun dengan kolam bekas ledakan gudang mesiu, kondisinya sudah berwarna hijau karena lumut. Bahkan, di atas air terdapat sampah dan rumput liar yang tidak dibersihkan secara rutin.

Tentu saja, kita semua berharap kondisi tersebut dapat segera diperbaiki. Sebab Bandung Lautan Api termasuk peristiwa penting dalam sejarah warga lokal, begitu pula ledakan gudang mesiu di Dayeuhkolot oleh Mohmmad Toha. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Terkini

X