Bos Bisnis Wisata Bandung Perry Tristianto Puji Kekuatan UMKM

- Minggu, 21 Maret 2021 | 11:15 WIB
Penjual menjajakan produk kopi BJR yang dijual di Toko Kopi BJR, Banjaran, Kabupaten Bandung, Minggu (11/10/2020).
Penjual menjajakan produk kopi BJR yang dijual di Toko Kopi BJR, Banjaran, Kabupaten Bandung, Minggu (11/10/2020).

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Pengusaha wisata dan kuliner Bandung, Perry Tristianto, 'angkat topi' terhadap perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Ia memuji perkembangan UMKM yang terus menunjukkan kekuatannya mesti berada di tengah pandemi.

Perry menuturkan, UMKM yang sudah merambah dunia digital saat ini sudah bisa membuat pasar sendiri di luar marketplace. Dengan keterampilan itu, UMKM dinilai lebih tahan terhadap gangguan ekonomi dibandingkan dengan industri besar.

"Mereka bisa menciptakan pasar online sendiri, dengan reseller, akun instagram yang bagus," ujar Perry dalam webinar bertajuk 'Adaptasi dan Teknologi, Kiat UMKM Lokal Terus Berkembang di Tengah Pandemi', beberapa waktu lalu.

Menurut Perry, marketplace yang bermunculan di Indonesia justru tidak banyak membantu penjualan UMKM. Ia menilai, marketplace lebih banyak dipenuhi barang impor yang dijual dengan harga miring.

"Masyarakat senang (belanja di marketplace) karena harganya tak masuk akal. (Jumlah) UMKM di marketplace terbesar di Indonesia saja hanya ada 4%," jelas pemilik wisata Farmhouse ini.

Ia mengapresiasi UMKM yang sangat adaptif terhadap kondisi ekonomi saat pandemi. Perry mengibaratkan UMKM sebagai perahu kecil yang mampu mengubah haluan dengan cepat.

"Dari homydress di awal pandemi, ke jaket sepeda. Instagram mereka bagus, kayak perusahaan besar, padahal sebenarnya produksinya dalam gang," ungkap Perry.

"UMKM sukses dengan cara mereka sendiri. Semua sudah bagus bikin produk. Cocok gak harganya dengan segmen pasar. Cari segmen pasar yang paling menarik. Indonesia ke depan umkm yang menguasai," kata dia.

Di jaringan usahanya, Perry mengaku sebelum pandemi ada 160 UMKM yang bergabung dengan omzet Rp5 miliar sampai Rp8 miliar per bulan. Namun, saat ini jumlah tersebut sudah berkurang dengan sisa omzet Rp1,2 miliar sampai Rp2 miliar per bulan saja.

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Terkini

PPKM Diperpanjang 2 Minggu hingga 4 Oktober 2021

Senin, 20 September 2021 | 18:05 WIB

Pegawai KPK Tak Lulus TWK Dipecat Tanpa Pesangon

Senin, 20 September 2021 | 17:32 WIB

Heboh M Kece Dianiaya Irjen Napoleon, Ini Alasannya

Senin, 20 September 2021 | 08:28 WIB

PPKM Diperpanjang Lagi? Besok Pengumumannya

Minggu, 19 September 2021 | 09:54 WIB

Masyarakat Harus Disiplin Pakai Masker di Acara Keagamaan

Minggu, 19 September 2021 | 09:06 WIB
X