Sesat, Warga Dminta Tak Terpengaruh Paham Hakekok Balakasuta

- Sabtu, 20 Maret 2021 | 14:18 WIB
Ilustrasi--Penganut Aliran Sesat Pandeglang.
Ilustrasi--Penganut Aliran Sesat Pandeglang.

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak Provinsi Banten menyebut paham Hakekok Balakasuta yang diketahui berkembang di Pandeglang adalah sesat dan bertentangan dengan ajaran Islam.

"Kami minta warga jangan sampai terpengaruh paham Hakekok Balakasuta itu," kata Wakil Ketua MUI Kabupaten Lebak KH Akhmad Khudori.

Paham Hakekok Balakasuta kerapkali bermunculan, termasuk di Kabupaten Lebak juga berkembang, namun kini sudah tidak ada lagi ajaran sesat. Penyebaran paham sesat tersebut kebanyakan dari luar wilayah Provinsi Banten sehingga masyarakat jika kedatangan tamu harus melapor ke aparat desa maupun ketua dusun dan rukun tetangga.

Menurut dia, mereka menyebarkan paham aliran sesat itu dengan cara bertamu atau mengunjungi warga yang tinggal di lokasi pedalaman yang penduduknya sedikit dan mereka tertutup dari warga lain.

Biasanya, kata dia, warga yang tinggal di lokasi itu pemahaman agama Islamnya cukup rendah dan minim. Misalnya, paham hakekok balakasuta di Pandeglang terdapat di daerah pedalaman di Kecamatan Cigeulis juga di Kabupaten Lebak di Kecamatan Lebak Gedong.

"Saya kira paham hakekok balakasuta sesat, karena mereka melaksanakan ritual dengan mandi bersama antara laki-laki dan perempuan tanpa busana," katanya menjelaskan.

Menurut dia, penyebaran paham hakekok balakasuta itu sebagai penipu karena mereka para pemimpinya memungut iuran dari jemaatnya. Selain itu juga pemahaman sesat tersebut tidak memiliki kitab suci, sehingga mereka bermotif ekonomi.

Oleh karena itu, mereka mengembangkan paham hakekok balakasuta kepada masyarakat yang pemahaman agama Islamnya sangat kurang. Di samping itu juga mereka tinggal di daerah terisolir dan jauh dari masyarakat lainnya.

"Kami minta warga peduli jika terdapat orang yang tidak dikenal bertamu di lingkungan maka segera melapor selama 24 jam," katanya.

Untuk mengantisipasi ajaran sesat itu, MUI Lebak mengoptimalkan penyuluhan kepada masyarakat, sebab Kabupaten Lebak merupakan daerah rawan dimasuki para ajaran sesat karena lokasinya perbukitan, pegunungan juga banyak desa-desa terisolir. Selain itu juga masih banyak warga yang terlilit ekonomi dan rendahnya pendidikan masyarakat.

"Kami menginstruksikan MUI tingkat kecamatan agar mengoptimalkan penyuluhan untuk menangkal ajaran sesat maupun radikalisme," katanya.

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Terkini

X