Tilas Wudu Sunan Kalijaga di Sendang Wonodri

- Rabu, 17 Maret 2021 | 20:30 WIB
Seorang pengunjung memasuki area Sendang Wonodri.
Seorang pengunjung memasuki area Sendang Wonodri.

SEMARANG SELATAN, AYOBANDUNG.COM —  Sendang Wonodri, yang berlokasi di pusat Kota Semarang, ternyata punya cerita yang berkaitan dengan perjalanan sejarah dakwah Sunan Kalijaga.

Di Jalan Wonodri Sendang Raya, belakang RS Roemani Semarang ini, pernah menjadi tempat Sunan Kalijaga untuk mengambil air wudu.

“Pada saat itu, Sunan Kalijaga ke Semarang untuk mencari kayu jati yang rencananya untuk tiang Masjid Agung Demak. Sempat singgah di wilayah Wonodri ini. Dan mengambil air wudu di Sendang Wonodri itu untuk melaksanakan salat " ujar Tri Siswanto, selaku Ketua RW 05 Kelurahan Wonodri, Rabu (17/3/2021).

Tri melanjutkan, Sendang Wonodri memiliki jejak sejarah Sunan Kalijaga lainnya. Seperti sejarah Jatingaleh dan Goa Kreo.

"Ada kaitannya dengan sejarah Jatingaleh dan Goa Kreo, karena menurut cerita saat itu Sunan Kalijaga sedang dalam pencarian Kayu untuk pembangunan Masjid Agung Demak," ucapnya.

Terlihat di lapangan, kondisi sendang memiliki debit air yang cukup banyak. Di sekitar sendang pun ada beberapa pohon yang ditanam warga. Seperti pohon mangga, nangka, dan sukun. 

Untuk masuk ke area sendang, sebelumnya pengunjung harus melewati sepasang gapura kecil berwarna merah yang menjadi pintu masuk. Terdapat jalan setapak yang mengitari sendang dengan lebar sekitar 40 cm. Wilayah Sendang yang rimbun, terlihat ada sejumlah ikan air tawar yang bisa dilihat secara langsung.

"Awalnya Sendang Wonodri ukurannya lebar mas. Tapi karena pembangunan kondisi Sendang hanya seperti yang ada sekarang ini. Dulu juga ada pohon Beringin dan Gayam yang besar, sehingga debit airnya bersih dan banyak," imbuhnya.

Dahulu, air sendang, lanjut Tri, digunakan warga untuk kebutuhan sehari-hari. Mulai dari memasak, minum, hingga mandi. Namun karena sudah banyak warga yang beralih menggunakan sumur artetis, Sendang Wonodri saat ini hanya sebagai tetenger atau penanda wilayah.

"Karena sudah tidak dipakai untuk kebutuhan warga. Sekarang kita hanya merawatnya saja. Kita juga merilis benih-benih ikan di sana sebagai upaya kita melestarikan sendang juga," ucapnya.

Tri mengungkapkan, upaya lain dalam pelestarian pihaknya beserta warga sekitar kerap membersihkan area sekitar sendang. Bahkan sebelum pandemi, kegiatan resik-resik sendang skala besar pernah di lakukan.

"Di tahun 2019 lalu, kita bersama pihak kelurahan dan pelestari sendang membersihkan sendang. Tapi karena ini sedang pandemi. Paling bersih-bersih seminggu sekali dengan beberapa warga saja," katanya.

Ditanya apakah Sendang Wonodri memiliki potensi wisata, Tri menegaskan hal tersebut ada. Terlebih, lanjutnya, sendang Wonodri memiliki hubungan dengan sendang yang berada di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS).

"Katanya Sendang Wonodri dan Sendang yang di Raden Saleh itu pasangan. Kalau di sana airnya masih bersih karena lokasi sekitarnya masih banyak pohon-pohon besar yang punya manfaat menyerap air," bebernya.

"Dulu juga penuturan sesepuh sini, Sendang Wonodri juga pernah digunakan Mantan Presiden Suharto untuk mandi," tambahnya.

Halaman:
1
2

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Terkini

Polisi Selidiki Aktor Bentrokan Double O Sorong

Selasa, 25 Januari 2022 | 17:54 WIB

19 Orang Meninggal dalam Bentrok di Double O Sorong

Selasa, 25 Januari 2022 | 16:53 WIB

Sekolah Induk Jadi Prioritas di PPPK Tahap 3?

Selasa, 25 Januari 2022 | 11:00 WIB

Prakerja Gelombang 23 Segera Dibuka, Cepat Buat Akun!

Senin, 24 Januari 2022 | 17:33 WIB

Resmi! Street Race Digelar di Meikarta Bekasi

Senin, 24 Januari 2022 | 10:30 WIB

Tenaga Honorer yang Dihapus Akan Jadi PNS Tahun 2023?

Senin, 24 Januari 2022 | 10:10 WIB

Inilah Website Asli Metrolagu MP3, Jangan Salah Pilih

Senin, 24 Januari 2022 | 10:00 WIB
X