Pemerintah Tunggu Jadwal Pengiriman 275 Juta Dosis Vaksin

- Selasa, 16 Maret 2021 | 06:43 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah siap membeli 426 juta dosis vaksin Covid-19 untuk kebutuhan nasional. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, sebagian besar dari jumlah yang akan dibeli itu telah diamankan melalui komitmen pemerintah Indonesia dengan pihak penyedia vaksin.

“Kita persiapkan untuk membeli sebanyak 426 juta (dosis) vaksin, sebanyak 275 juta di antaranya sudah konfirmasi positif untuk harga dan jadwal pengirimannya,” kata Budi saat rapat kerja bersama Komisi IX DPR, di Jakarta, Senin (15/3).

Budi mengatakan, ada sebanyak 151 juta dosis vaksin yang belum terkonfirmasi jadwal pengiriman serta harganya. Hal itu, menurut Budi, dikarenakan pemerintah masih menunggu vaksin gratis yang berasal dari The Global Alliance for Vaccines and Immunization (GAVI) lewat skema multirateral.

Diketahui ada dua skema vaksinasi, yakni program vaksin gratis dari pemerintah dan gotong royong. Vaksinasi gotong royong yang dilakukan mandiri oleh perusahaan tidak boleh diperjualbelikan. Pemerintah mengatur vaksinasi gotong royong ini menjadi tanggung jawab sebuah perusahaan yang harus memberikannya secara gratis kepada karyawan tanpa harus ada pemotongan gaji.

Vaksin gotong royong juga telah diatur dalam Pasal 7 ayat (4) Permenkes Nomor 10 Tahun 2021 tentang Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19. Jenis Vaksin Covid-19 untuk pelaksanaan vaksinasi gotong royong juga harus berbeda dengan jenis vaksin Covid-19 yang digunakan untuk vaksinasi program pemerintah, yakni Sinovac, Astrazeneca, Pfizer, dan Novavac.

“Yang membeli vaksin gotong royong nanti Bio Farma sebagai BUMN, kemudian Bio Farma bisa menjual ke korporasi dan oleh korporasi harus diberikan gratis kepada karyawan atau keluarganya. Sengaja vaksin ini dibeli Bio Farma untuk memastikan vaksin ini asli karena Bio Farma sudah bergerak di bidang ini,” kata Budi.

Sejauh ini jenis vaksin yang sudah dikonfirmasi akan digunakan dalam program vaksinasi Gotong Royong berasal dari Sinopharm dan Moderna. Kemenkes hingga saat ini masih menunggu harga dan jumlah dari kedua jenis vaksin tersebut berdasarkan hasil kesepakatan Bio Farma dan Kadin. Kalau jumlah dan harga sudah disepakati, Kemenkes akan mengeluarkan aturannya.

Budi menambahkan, program vaksinasi Covid-19 pada kurun Juli hingga Desember 2021 sebagai tantangan yang berat. Sebab, pemerintah harus meningkatkan kapasitas vaksinasi dalam rangka merespons kedatangan 75 persen kebutuhan vaksin baru sepanjang periode tersebut. “Sehingga perlu tingkatkan kapasitas vaksinasi,” ujar dia.

Dia mengatakan, kendala yang terjadi di tahap awal penyuntikan vaksinasi pada kurun Januari hingga Februari 2021 bukan karena lambat, tetapi karena ketersediaan vaksin yang terbatas. Sepanjang Januari hingga Februari 2021, hanya ada 10 juta dosis vaksin sehingga pihaknya tidak mungkin menyuntik 1 juta per hari. “Sekarang kita sudah di sekitar 300 ribu (dosis). April kita atur supaya bisa menyentuh 500 ribu (dosis) per hari,” ujar dia.

Halaman:

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Terkini

Daftar Vaksin Covid-19 Online dengan PeduliLindungi

Senin, 18 Oktober 2021 | 22:00 WIB

9 Daerah Turun Status ke PPKM Level 1, Ada Bandung?

Senin, 18 Oktober 2021 | 17:47 WIB

Resmi! PPKM Diperpanjang Lagi hingga 1 November 2021

Senin, 18 Oktober 2021 | 17:25 WIB

Kemenag Siap Selenggarakan Haji, Ini Syaratnya

Senin, 18 Oktober 2021 | 17:14 WIB
X