Rais 'Aam PBNU Ingatkan 2 Perkara yang Bisa Ancam Organisasi

- Minggu, 28 Februari 2021 | 08:26 WIB
logo Nahdlatul Ulama.
logo Nahdlatul Ulama.

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Terdapat dua perkara yang disebut Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Miftachul Akhyar, bisa mengancam eksistensi sebuah organisasi.

Menurut dia, apabila kedua hal ini sudah menjangkiti, maka akan sulit bangkit untuk hidup kembali. Hal yang menakutkan dan berbahaya ini adalah terlena di saat merasa sudah besar dan mundur di saat organisasi lain sedang menata kemajuannya.

“Harlah (menjadi) semacam recharging (menambah daya) untuk memperkuat mentalitas kerohanian kita, merefleksi 98 tahun, apa yang kita alami, pahit getirnya sebuah perjuangan sehingga sebesar ini adalah nikmat yang sangat besar sekali, anugerah dari Allah SWT,” katanya dalam Peringatan Hari Lahir (Harlah) Ke-98 Nahdlatul Ulama di Masjid Istiqlal, Sabtu (27/2) malam, mengutip NU online.

Harlah juga, kata dia, harus menjadi momentum untuk mengingat dan mengambil suri tauladan dan para muassis Nahdlatul Ulama yang telah berjuang sehingga saat ini, para penerus NU tinggal memetik buahnya.

“Semua orang memandang Nahdlatul Ulama. Semua mata diarahkan kepada Jamiyyah Nahdlatul Ulama. Tapi jangan terkecoh. Pandangan dan sorotan itu macam-macam. Ada pandangan yang karena kagum kebesaran dan ajaran NU, sehingga ia ingin ikut dalam rombongan besar NU. (Namun) Ada yang mengawasi hanya ingin mengambil manfaat tiap lima tahun sekali,” ungkapnya.

Sampai dengan umur 98 tahun, lanjutnya, NU telah menghadapi berbagai macam lika-liku perjuangan dan melewati berbagai peristiwa besar. Namun NU tetap tegak, tegar, dan semakin berkembang.

Miftach menjelaskan bahwa NU sebagai ormas terbesar di seluruh dunia ini merupakan Jamiyyah Diniyyah Ijtimaiyyah yang fokus pada aspek keagamaan Ahlussunnah wal Jamaah, amar ma’ruf nahi munkar, dan mabadi khaira ummah yang berpijak pada tasamauh (toleran), tawazun (seimbang), dan tawasuth (moderat).

Kebesaran NU sampai saat ini menurut Miftach harus dijaga dengan sungguh-sungguh. Karena biasanya sebuah kebesaran akan mewujudkan kemapanan dan di saat itu pula lahir kemunduran-kemunduran. Jika lengah dan berbuat kesalahan, bisa jadi mengakibatkan kehancuran berkeping-keping.

“Perjuangan kita tidak pernah henti. Tidak boleh tidur. Justru di saat besar inilah banyak orang yang lupa dan lalai,” jelasnya.

Halaman:

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

Tags

Terkini

Resmi! Jokowi Naikkan 42 Tunjangan PNS di Tahun 2022

Minggu, 7 Agustus 2022 | 21:00 WIB
X