Penyaluran BSU BLT BPJS Ketenagakerjaan Capai 98,92%, Ini Rinciannya

- Sabtu, 13 Februari 2021 | 20:46 WIB
Ilustrasi--BSU BLT BPJS Ketenagakerjaan
Ilustrasi--BSU BLT BPJS Ketenagakerjaan

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM--Kementerian Ketenagakerjaan menyatakan penyaluran bantuan subsidi upah/gaji (BSU) atau bantuan langsung tunai (BLT) BPJS Ketenagakerjaan sudah selesai.

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah mengatakan, BSU tersebut disalurkan dalam dua termin pembayaran. Termin pertama disalurkan pada periode September sampai Oktober dan termin kedua pada November sampai Desember.

"Kemenaker mendapatkan tugas menyalurkan pada 12,4 juta pekerja atau buruh yang memenuhi kriteria sebagaimana peraturan Menteri Ketenagakerjaan dan alhamdulillah sudah terealisir sebesar 98,92%," kata Ida belum lama ini.

Dari target 12,4 juta pekerja, total baru 106.918 pekerja dalam termin pertama yang belum menerima BSU. Pada termin kedua, sebanyak 165.790 pekerja juga belum mendapatkan BLT BPJS Ketenagakerjaan.

Ida melanjutkan, para penerima BLT BPJS Ketenagakerjaan adalah mereka yang mempunyai upah rata-rata Rp3,1 juta. Total, ada 413.649 perusahaan yang menerima BSU dari Kemnaker.

"Rata-rata gaji penerima BSU meskipun ketentuannya upah di bawah Rp 5 juta rata-ratanya ternyata mereka mendapatkan gaji Rp 3,1 juta. Total perusahaan yang menerima BSU sebanyak 413.649 perusahaan," jelasnya.

Ida mengatakan, laporan tahunan itu merupakan bentuk transparasi dan akuntabel kepada publik atas kinerja kementerian yang dia pimpin. Laporan tersebut disusun dengan merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.

“Hari ini saya meluncurkan (launching) secara resmi laporan tahunan Kemnaker Tahun 2020. Laporan ini merupakan bentuk tanggung jawab, transparansi dan akuntabilitas kinerja Kemnaker kepada publik selama tahun 2020 kemarin,” ujar Ida.

Ida menyatakan, terdapat 6 bab dalam laporan tersebut yang berisi tentang informasi kinerja dan capaian Kemnaker. Salah satunya, terobosan dan inovasi yang akan dilakukan selama lima tahun dalam rangka mendukung visi misi Presiden Presiden Joko Widodo.

Halaman:

Editor: Adi Ginanjar Maulana

Tags

Terkini

Mentan Minta Ketangguhan Sistem Pangan Diperkuat

Kamis, 28 Oktober 2021 | 12:03 WIB

Resmi, Segini Harga Tarif PCR Terbaru di Jawa-Bali

Rabu, 27 Oktober 2021 | 17:51 WIB
X