Korupsi BPJS Ketenagakerjaan, Ini Komentar Pengusaha

- Rabu, 10 Februari 2021 | 22:19 WIB
BPJS Ketenagakerjaan.
BPJS Ketenagakerjaan.

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) buka suara terkait penyidikan yang dilakukan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) terhadap BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek), atas tuduhan korupsi.

Hariyadi B Sukamdani, Ketua Umum APINDO menanggapi isu tersebut dan mengatakan bahwa pihaknya selalu memantau perkembangan kasus tersebut.

“BPJS Ketenagakerjaan telah memberikan klarifikasi dan menghubungi APINDO secara langsung untuk menjelaskan isu yang merebak ini. Kami di APINDO meminta kepada BPJamsostek untuk mengikuti proses hukum yang berjalan dalam kasus ini,” kata Hariyadi dalam konfrensi persnya, Rabu (10/2/2021).

Dirinya juga berharap Kejagung dapat bekerja secara profesional, objektif dan tanpa intervensi dari pihak manapun dalam menyelesaikan penyidikan kasus ini.

Menurut Hariyadi, BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan klarifikasi terkait Unrealized Loss (penurunan nilai investasi) yang terjadi pada periode Agustus-September 2020 yang menyentuh nilai Rp 43 triliun.

Seiring dengan membaiknya IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) dan dengan pengelolaan investasi yang baik, nilai tersebut turun dan pada Januari 2021 menjadi Rp 14 triliun.

“Kami memahami betul bahwa Unrealized Loss yang terjadi tersebut bukan merupakan kerugian yang dialami oleh BPJS Ketenagakerjaan, karena kualitas aset investasi yang dimiliki
BPJS Ketenagakerjaan merupakan kategori LQ45 atau saham yang memiliki fundamental baik,” imbuhnya.

Hariyadi juga mengatakan bahwa dirinya pernah menjadi Komisaris dan Anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan sehingga memahami betul betapa rigid regulasi pengelolaan dana investasi yang menjadi pedoman BPJS Ketenagakerjaan, baik dari regulasi eksternal maupun internal.

Dirinya pun mengapresiasi langkah manajemen BPJS Ketenagakerjaan dalam pengelolaan dana investasi yang baik, termasuk dalam melakukan efisiensi biaya transaksi dengan mitra investasi.

Halaman:

Editor: Dadi Haryadi

Tags

Terkini

X