FPI Geram Dikaitkan dengan Terduga Teroris ISIS Asal Makassar

- Jumat, 5 Februari 2021 | 07:06 WIB
Anggota Densus 88 membawa terduga teroris dari Makasar setibanya di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (4/2/2021).
Anggota Densus 88 membawa terduga teroris dari Makasar setibanya di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (4/2/2021).

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Seorang terduga teroris berinisial AA mengaku sebagai anggota Front Pembela Islam (FPI) Makassar. Mendengar hal tersebut, eks pengurus FPI Sulawesi Selatan langsung membantahnya.

Salah satu eks pengurus FPI Sulawesi Selatan, Habib Muchsin Al-Habsyi tidak menampik kalau AA memang pernah ikut kegiatan yang digelar FPI Makassar. Akan tetapi ia menyangkal kalau AA terdaftar sebagai anggota atau laskar.

"Saudara AA tidak pernah terdaftar sebagai anggota atau laskar FPI Makassar maupun di kota/kabupaten lainnya yang ada di Provinsi Sulawesi Selatan," kata Habib Muchsin dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Kamis (4/2/2021) malam.

"Bahwa yang bersangkutan pernah ikut kegiatan yang dilakukan oleh FPI Makassar maka tidak secara otomatis saudara AA menjadi anggota FPI," sambungnya.

Habib Muchsin juga membantah keras atas pernyataan AA yang menyebut adanya proses baiat mendukung ISIS di bekas markas daerah Laskar FPI, Jalan Sungai Limboto, Makassar.

Ia menjelaskan kalau yang dimaksud AA itu adalah acara diskusi umum terkait kondisi perpolitikan dunia secara global. Acara itu dihadiri oleh juru bicara FPI Munarman, almarhum Ustaz M Basri dan almarhum ustaz Fauzan.

"Terkait kehadiran Munarman dari Jakarta adalah sebagai narasumber yang diundang dan tidak ada kaitannya dengan isu ISIS apalagi dikaitkan dengan baiat seperti yang dinyatakan oleh saudara AA," ucapnya.

AA menjadi salah satu dari 26 terduga teroris dari Makassar dan Gorontalo dibawa ke Jakarta. Sebagian dari mereka disebut anggota Front Pembela Islam atau FPI.

Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Rusdi Hartono mengatakan tujuh terduga teroris ditangkap di Gorontalo. Sedangkan, sisanya ditangkap di Makassar, Sulawesi Selatan.

Halaman:

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Terkini

4.874 Akun Pinjol Ilegal Ditutup Kemenkominfo

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 10:04 WIB

Cara Cetak Dokumen Kependudukan Sendiri di Rumah

Jumat, 15 Oktober 2021 | 11:46 WIB
X