Penularan Covid-19 Melonjak Akibat Tidak Disiplin 3M

- Senin, 7 Desember 2020 | 13:59 WIB
talkshow “Strategi Rumah Sakit Rujukan Tangani Peningkatan Angka Positif Covid-19” dari Media Center Satgas Covid-19 Graha BNPB Jakarta, Senin (7/12/2020).
talkshow “Strategi Rumah Sakit Rujukan Tangani Peningkatan Angka Positif Covid-19” dari Media Center Satgas Covid-19 Graha BNPB Jakarta, Senin (7/12/2020).

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Koordinator RS Darurat Covid-19,  Mayjen TNI Dr. dr. Tugas Ratmono, menguatarakan saat ini hunian untuk gejala ringan di RS Darurat Covid-19 sevbesar 57,44%. Sedangkan untuk rawat inap dan isolasi mandiri hunian 52,7%.

Tugas menjelaskan terjadi lonjakan dalam beberapa hari terakhir. Ia menyebutkan pernah dalam suatu hari, paisen yang masuk cukup mencapai hampir 400-an. "Jadi kami perlu tenaga ekstra yang lebih banyak lagi untuk menangani pasien ini," tegas Tugas dalam talkshow “Strategi Rumah Sakit Rujukan Tangani Peningkatan Angka Positif Covid-19” dari Media Center Satgas Covid-19 Graha BNPB Jakarta, Senin (7/12/2020).

Untuk mengantisipasi ketersedian bed, pihaknya bekerja sama dengan sejumlah pihak seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan di Pademangan dan fasilitas yang disiapkan oleh DKI Jakarta sepeti hotel atau wisma di sejumlah tempat. 

Menurutnya, koordinasi ini sangat membantu dalam penyediaan hunian.

Menurut Anggota Sub Bidang Tracing, Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid 19/Staf Pengajar Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas - FKUI, Dr. dr. Retno Asti Werdhani, lonjakan kasus dalam beberapa hari terakhir akibat ketidaksiplinan semua pihak dalam menerapkan 3M. 

"Sebenarnya baik satgas, kemkes dan pihak lainnya sudah promosi 3M. Namun sayangnya di lapangan belum dilakukan secara serempak. Masih ada ketidaksiplinan," jelas Asti

Ia juga menyinggung informasi di media sosial yang ngalor ngidul yang menyebabkan masyarakat tidak percaya atau mispersepsi. 

"Lebih sedih lagi bila ada stigamtisasi terhadap korban Covid-19," katanya. 

Asti pun meminta peran serta dari pimpinan daerah di level RT dan RW untuk semakin menggencarkan gerakan 3M. Begitu juga dengan tokoh masyarakat dan agama diajak untuk memviralkan informasi soal protokol kesehatan 3M.

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Terkini

X