21 Persyaratan Protokol Kesehatan Jika Ingin Belajar Tatap Muka!

- Senin, 23 November 2020 | 06:16 WIB
Sejumlah siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di Yayasan Pendidikan Satu Atap Ibnu Aqil Ibnu Sina (IAIS) Soreang, Jalan Lembur Tegal, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Rabu (5/8/2020). Sekolah yang memiliki total siswa sebanyak 700 siswa tersebut kembali menggelar kegiatan belajar tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan dengan sistem bergilir yaitu satu minggu tatap muka, dua minggu belajar daring guna mencegah penyebaran pandemi Covid-19 di lingkungan sekolah.
Sejumlah siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di Yayasan Pendidikan Satu Atap Ibnu Aqil Ibnu Sina (IAIS) Soreang, Jalan Lembur Tegal, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Rabu (5/8/2020). Sekolah yang memiliki total siswa sebanyak 700 siswa tersebut kembali menggelar kegiatan belajar tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan dengan sistem bergilir yaitu satu minggu tatap muka, dua minggu belajar daring guna mencegah penyebaran pandemi Covid-19 di lingkungan sekolah.

15.  Menjaga jarak 1,5 meter dan tidak melakukan kontak fisik

16.  Menerapkan etika batuk/bersin

17.  Kondisi medis warga satuan pendidikan harus sehat dan jika mengidap comorbid, harus dalam kondisi terkontrol

18.  Tidak memiliki gejala Covid-19, termasuk pada orang yang serumah dengan warga sekolah

19.  Kantin sekolah diperbolehkan beroperasi dengan protokol kesehatan untuk daerah yang menerapkan aturan kenormalan baru, sedangkan untuk masa transisi tidak diperbolehkan

20.  Kegiatan olahraga pada daerah yang dalam masa transisi tidak diperbolehkan, sedangkan pada daerah yang menghadapi kenormalan baru diperbolehkan kecuali kegiatan yang menggunakan peralatan bersama dan tidak memungkinkan menerapkan jaga jarak

21.  Untuk daerah pada masa transisi, tidak diperbolehkan melakukan kegiatan lain selain belajar mengajar, contohnya orang tua menunggu siswa di sekolah, istirahat di luar kelas, pertemuan orangtua murid, dan lainnya. Sedangkan untuk daerah yang menerapkan kenormalan baru, diperbolehkan

Pemerintah pusat, menurut Nadiem, memberikan kewenangan kepada Pemerintah Daerah dan Kantor Wilayah Kementerian Agama untuk memberikan izin pembelajaran tatap muka di sekolah yang berada di bawah kewenangannya.

Nadiem mengatakan Kemdikbud sudah mengevaluasi Surat Keputusan Bersama Empat Menteri sebelumnya. Sampai dengan saat ini, hanya 13 persen sekolah yang melakukan pembelajaran tatap muka dan sebesar 87 persen masih belajar dari rumah atau dengan metode pembelajaran jarak jauh.

Dari hasil evaluasi, pembelajaran jarak jauh memiliki dampak negatif terhadap siswa dan orang tua, termasuk pengaruh psikologis. “Mulai Januari 2021, ada tiga pihak yang menentukan apakah sekolah itu boleh dibuka atau tidak. Yang pertama adalah pemdanya sendiri, pemda atau dalam situasi yang lain kanwil atau kantor Kemenag,” ucap Nadiem dalam siaran pers via YouTube Kemdikbud, Jumat 20 November 2020.

Halaman:

Editor: M. Naufal Hafizh

Tags

Terkini

4.874 Akun Pinjol Ilegal Ditutup Kemenkominfo

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 10:04 WIB

Cara Cetak Dokumen Kependudukan Sendiri di Rumah

Jumat, 15 Oktober 2021 | 11:46 WIB
X