Cara UMKM Bertahan kala Pandemi dengan Digitalisasi

- Senin, 23 November 2020 | 05:08 WIB
T.M. Zakir Machmud, Ph.D (Kepala UKM Center - FEB UI) (kanan) bersama Triatmojo Suprasetyo (Head of Sales Wahyoo) (kiri) dalam dialog produktif bertema naik kelas UMKM lewat digitalisasi di Jakarta, 18 November 2020
T.M. Zakir Machmud, Ph.D (Kepala UKM Center - FEB UI) (kanan) bersama Triatmojo Suprasetyo (Head of Sales Wahyoo) (kiri) dalam dialog produktif bertema naik kelas UMKM lewat digitalisasi di Jakarta, 18 November 2020

Salah satu cara UMKM bertahan saat pandemi adalah dengan digitalisasi. Sayangnya, masih ada pelaku UMKM yang asing dengan perkembangan teknologi.

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – Pandemi membuat pelaku UMKM mendigitalisasi produknya. Namun, masih ada pelaku UMKM yang asing dengan perkembangan teknologi. Padahal untuk bertahan di tengah pandemi ini, UMKM harus mau masuk ke dunia digital.

Faktor seperti kurangnya kemampuan beradaptasi dengan digital hingga keengganan para pelaku UMKM mengubah gaya transaksi menjadi tantangan besar. Karena itu, baik pemerintah maupun para penyedia aplikasi diharapkan mau terjun langsung merangkul mereka.

“Walaupun kita ngomong digital, tetap harus ada pendampingannya. Pendampingan itu macam-macam bentuknya, bisa melalui training, coaching, gathering, konsultasi. Intinya mereka (UMKM) harus mempersiapkan diri ke sana (digital),” ungkap  T. M. Zakir Machmud, Kepala UMKM Center Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia dalam Dialog Produktif dengan tema ‘Naik Kelas UMKM Lewat Digitalisasi’ di Media Center Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Rabu (18/11/2020).

“Pengaruh peer group (lingkungan) itu besar berdasarkan studi yang pernah kami lakukan. Jadi kalau mereka mengadopsi satu teknologi, misalkan pembayaran dengan salah satu merek, mereka pasti akan ngobrol dulu dengan temannya, kalau oke, baru mau,” kata pakar ekonomi UMKM tersebut sembari menerangkan sulitnya mengenalkan digitalisasi kepada para pelaku UMKM.

Transformasi ke era digital sesungguhnya sangat bermanfaat bagi UMKM terutama di era pandemi ini, yang sulit melakukan transaksi langsung ke konsumen maupun supplier.

“Sekarang salah satu cara pakai digital. Dengan dia (UMKM) masuk ke dalam digital, hubungan ke depan (penjualan), marketingnya dengan digital. Begitu juga dengan dia ke belakang, dengan supplier-nya,” ujarnya.

Tak hanya akan membantu UMKM, perubahan teknologi niscaya menciptakan peluang baru yang berdampak pada munculnya lapangan kerja dan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat.

“Kalau lihat pengalaman-pengalaman sebelumnya, misalnya ambil contoh revolusi industri (1, 2, 3), sekarang keempat, itu pasti akan muncul peluang-peluang baru, atau inovasi-inovasi baru yang membuat masyarakat akan better of. Saya optimis itu,” tutur Zakir.

Halaman:

Editor: M. Naufal Hafizh

Tags

Terkini

Indonesia Siap Produksi Mobil Listrik Mei 2022

Jumat, 17 September 2021 | 21:45 WIB

Epidemiolog Sebut Varian Mu Kemungkinan Masuk Indonesia

Jumat, 17 September 2021 | 15:15 WIB

Indonesia Kembali Datangkan 2,6 Juta Dosis Vaksin Pfizer

Jumat, 17 September 2021 | 13:32 WIB

Daftar Gaji PNS 2021 Lengkap untuk Golongan I hingga IV

Jumat, 17 September 2021 | 11:32 WIB
X