Satgas Covid-19: Jumlah Kasus Positif Covid-19 Harian Meningkat 

- Minggu, 15 November 2020 | 20:50 WIB
Ilustrasi tes swab PCR.
Ilustrasi tes swab PCR.

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo, mengakui jumlah harian kasus positif Covid-19 relatif mengalami peningkatan dalam beberapa hari ini. Kendati demikian, Doni mengeklaim lonjakan kasus Covid-19 saat ini masih terkendali.

"Bahkan ada yang memecah rekor 5.444 kasus, Jumat (13/11) kemarin. Tetapi kalau dibandingkan dengan Agustus akhir dan September awal, saat ini angka pasien yang dirawat (di fasilitas kesehatan) masih terkendali," katanya saat mengisi konferensi virtual BNPB bertema Perkembangan Penanganan Covid-19 dan Kepatuhan Protokol Kesehatan, Minggu (15/11) petang.

Doni menyebutkan keterisian pasien Covid-19 di rumah sakit darurat Covid-19 Wisma Atlet masih 53%, kemudian rumah sakit (RS) di DKI Jakarta masih 68%. Kendati demikian, Satgas Penanganan Covid-19 mengaku mengikuti perkembangan kasus penambahan infeksi virus ini hingga sepekan mendatang. Pihaknya ingin memastikan masyarakat benar-benar menerapkan liburan aman dan nyaman tanpa kerumunan.

"Kalau bisa dikendalikan dengan baik, maka kami memberi masukan bisa diberi libur panjang selanjutnya. Namun, kalau masih terjadi peningkatan kasus, maka liburan selanjutnya diperpendek atau ditiadakan sama sekali," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Mitigasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Adib Khumaidi menilai kenaikan kasus Covid-19 akibat mobilitas masyarakat.

"Positivity rate (Covid-19) sangat terpengaruh kondisi atau aktivitas masyarakat. Salah satu faktornya adalah mobilitas masyarakat, aktivitas yang berpotensi menjadi sumber penularan yaitu tidak menjaga jarak dengan baik dan berkerumun,"  katanya.

Ia mencontohkan, lonjakan kasus Covid-19 Mei 2020 lalu sebesar 20%, kemudian Agustus 10%, dan saat ini ada lonjakan kasus ia menegaskan, garda terdepan penanganan Covid-19 adalah masyarakat.

Menurutnya, mematuhi protokol seperti yang disampaikan pemerintah yaitu 3M termasuk mencuci tangan dengan sabun akan menurunkan penularan lebih dari 90%. Artinya, dia menambahkan, perubahan perilaku masyarakat saat adaptasi kebiasaan baru (AKB) jadi hal yang penting sehingga hal-hal yang berpotensi menjadi sumber penularan bisa dihindari.

Sedangkan, tenaga kesehatan adalah benteng terakhir dan pihaknya berharap jangan sampai ada yang terinfeksi virus ini, kritis, kemudian meninggal. Ia optimistis kalau protokol kesehqtan dipatuhi maka lonjakan kasus bisa ditekan.

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Terkini

Mentan Minta Ketangguhan Sistem Pangan Diperkuat

Kamis, 28 Oktober 2021 | 12:03 WIB

Resmi, Segini Harga Tarif PCR Terbaru di Jawa-Bali

Rabu, 27 Oktober 2021 | 17:51 WIB
X