Pengamat Kebijakan Publik: Kajian Ilmiah untuk Luruskan Informasi Keliru Produk Tembakau Alternatif

- Jumat, 23 Oktober 2020 | 10:50 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – Misinformasi dan silang pendapat kerap terjadi di publik tentang produk tembakau alternatif. Hal tersebut disinyalir karena belum masifnya penelitian lokal mengenai produk hasil pengembangan inovasi, sains dan teknologi tersebut.

Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah, mengemukakan pentingnya peran kajian ilmiah untuk meluruskan informasi keliru atas produk tembakau alternatif. Informasi yang simpang siur terhadap produk ini muncul lantaran belum banyak kajian ilmiah lokal.

“Basis risetnya minim kemudian yang berkembang lebih ke asumsi yang sifatnya hipotesis tak teruji. Kajian ilmiah akan sangat signifikan meluruskan informasi keliru dan meredakan asumsi sekaligus memberikan stigma positif,” katanya.

Trubus melanjutkan, informasi keliru tersebut umumnya menilai produk tembakau alternatif sama berbahayanya dengan rokok. Oleh karena itu, kajian ilmiah harus segera direalisasikan.

“Sangat mendesak terkait sisi aspek dampak kesehatannya. Selama ini ada kecurigaan bahwa produk ini sama dengan rokok, padahal dalam praktiknya beda. Jadi perlu riset untuk membuktikan kebenarannya,” kata Trubus.

Hal serupa disampaikan Peneliti Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) Amaliya. Dalam forum Scientific Summit ke-3 yang diselenggarakan secara daring pada 24-25 September 2020 lalu, dia mengatakan informasi yang keliru terhadap produk tembakau alternatif, seperti produk tembakau yang dipanaskan maupun rokok elektrik, masif berkembang.

Padahal, produk ini merupakan inovasi yang dilandasi bukti ilmiah yang berpotensi memberikan alternatif bagi perokok dewasa dengan pendekatan pengurangan risiko dibandingkan terus merokok yang terbukti secara ilmiah lebih berbahaya.

“Banyak hoaks yang sangat berbahaya, dan kami mencoba meluruskan misinformasi tersebut dengan secara aktif melakukan penelitian dan mempublikasikan hasilnya kepada publik. Tujuannya adalah memberikan fakta yang benar dan bermanfaat bagi berbagai pemangku kepentingan,” ujar Amaliya.

Untuk meminimalisasi informasi yang keliru terhadap produk tembakau alternatif, Amaliya mendorong pemerintah Indonesia turut melakukan kajian ilmiah yang melibatkan semua pemangku kepentingan.

Halaman:

Editor: Redaksi AyoBandung.Com

Tags

Terkini

PPKM Diperpanjang, Airlangga: Level Relatif Turun

Senin, 6 Desember 2021 | 17:26 WIB
X