Prabowo Sebut Penolak Omnibus Law Tergiring Hoaks, Dalangnya Dibiayai Asing

- Selasa, 13 Oktober 2020 | 06:24 WIB
Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menyebut masaa penolak Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja tergiring hoaks yang bersumber dari oknum luar negeri. 
Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menyebut masaa penolak Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja tergiring hoaks yang bersumber dari oknum luar negeri. 

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menyebut masaa penolak Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja tergiring hoaks yang bersumber dari oknum luar negeri. Menurutnya, banyak peserta aksi belum membaca regulasi tersebut dan termakan hoaks yang ada.

"Banyak sekarang ini yang kemarin demo itu belum baca hasil omnibus law itu dan banyak hoaks. Banyak hoaks di mana-mana seolah ini tidak ada, itu tidak ada," ujar Prabowo dalam sebuah video wawancara yang dilansir DPP Partai Gerindra, Senin (12/10/2020) malam.

Prabowo mengatakan, hoaks yang mengiringi UU Cipta Kerja bertujuan menimbulkan kekacauan di dalam negeri. Bahkan, dia menyebut, dalangnya berasal dari luar negeri.

"Ada kekuatan-kekuatan asing, ada negara-negara tertentu di dunia yang tidak pernah suka Indonesia aman dan maju," ujar Prabowo.

Hal ini terlihat ketika ada oknum yang memanfaatkan aksi tolak UU Cipta Kerja, untuk merusak fasilitas umum. Padahal, fasilitas-fasilitas tersebut dibangun dengan uang rakyat untuk membantu masyarakat.

"Ini pasti ada dalangnya. Ini pasti anasir-anasir ini, ini pasti anasir yang dibiayai asing. Tidak mungkin seorang patriot mau bakar milik rakyat," ujar Prabowo.

Selain itu, dia menegaskan, UU Cipta Kerja yang dipelopori Presiden Joko Widodo memiliki tujuan yang baik. Salah satunya, mengurangi hambatan-hambatan yang bisa membuat lambat kebangkitan ekonomi di Indonesia.

Apalagi, Indonesia saat ini tengah diterpa pandemi Covid-19 yang berdampak negatif ke semua sektor. Buruh juga menjadi salah satu yang terdampak dari keadaan yang terjadi saat ini.

"Jadi ini kadang-kadang suatu dilema, katakanlah buah simalakama. Kita mau bantu buruh sekarang dan semua yang sulit tidak hanya buruh," ujar Ketua Umum Partai Gerindra itu.

Halaman:

Editor: M. Naufal Hafizh

Tags

Terkini

X