Pandemi Corona Diprediksi Turunkan Produksi Beras Nasional

- Selasa, 1 September 2020 | 12:19 WIB
[Ilustrasi] Produksi beras nasional tahun ini diperkirakan lebih kecil dibandingkan 2 tahun sebelumnya karena terdampak pandemi corona
[Ilustrasi] Produksi beras nasional tahun ini diperkirakan lebih kecil dibandingkan 2 tahun sebelumnya karena terdampak pandemi corona

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyoroti ketahanan pangan nasional di tengah pandemi corona. Dia mengatakan, produksi beras nasional tahun ini diperkirakan lebih kecil dibandingkan 2 tahun sebelumnya.

Ma'ruf mengatakan, sebagaimana peringatan Badan Pangan dan Pertanian Dunia atau FAO, salah satu dampak pandemi corona yang perlu menjadi perhatian adalah kelangkaan dan krisis pangan dunia.

"Produksi beras kita diperkirakan akan lebih kecil dibandingkan dengan produksi beras pada tahun 2018 dan 2019, walaupun masih akan menyisakan sedikit surplus pada akhir tahun 2020," ujar Ma'ruf saat membuka Simposium Nasional Kesehatan, Ketahanan Pangan dan kemiskinan dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-64 Universitas Hasanuddin, Selasa (1/9/2020).

Hal tersebut, kata dia, terjadi karena berubahnya fungsi lahan sawah yang berdampak luas, mulai dari ancaman terhadap ketahanan pangan, kemiskinan petani, dan kerusakan ekologi di perdesaan.

Dia memaparkan, data Kementerian ATR/BPN mengenai luas lahan baku sawah menurun dari 7,75 juta hektare pada tahun 2013 menjadi 7,46 juta hektare pada tahun 2019.

Begitu juga, luas panen menurut perhitungan BPS, menurun dari 11,38 juta hektare menjadi 10,68 juta hektare pada tahun 2019. Jumlah ini, diperkirakan akan menurun lagi menjadi 10,48 juta hektare pada tahun 2020 dengan rata-rata sawah hanya ditanami sebanyak 1,4 kali.

"Menurut perkiraan BMKG, tahun ini terjadi musim kemarau yang lebih kering mulai Juni 2020 dimana terdapat 30 persen wilayah pertanian yang akan mengalami kemarau lebih kering," ungkapnya.

Karena itu, hal ini menjadi perhatian khusus Pemerintah agar kebutuhan beras tercukupi hingga awal tahun 2021, yang belum memasuki musim panen. Pemerintah melakukan berbagai upaya dengan intensifikasi, diversifikasi, penguatan Cadangan Beras Pemeritah Daerah (CBPD), serta membangun Lumbung Pangan Masyarakat (LPM).

Dia menjelaskan, intensifikasi pertanian dilakukan dengan cara mengoptimalkan lahan pertanian yang telah ada, melalui program Panca Usaha Tani, yang kemudian dilanjutkan dengan program Sapta Usaha Tani. 

Halaman:

Editor: M. Naufal Hafizh

Tags

Terkini

Akhirnya, Toilet SPBU Gratis!

Sabtu, 27 November 2021 | 12:30 WIB

20 Link Twibbon Hari Menanam Pohon Indonesia 2021

Jumat, 26 November 2021 | 20:08 WIB

Resmi, PPKM Level 3 Diterapkan di Semua Daerah

Rabu, 24 November 2021 | 20:28 WIB
X