Begini Cara Kementan Salurkan Produk Peternakan di Tengah Pandemi

- Selasa, 14 April 2020 | 16:49 WIB
Penandatanganan 6 mitra peternakan bersama dengan Grab di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta (14/4/2020). (Istimewa)
Penandatanganan 6 mitra peternakan bersama dengan Grab di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta (14/4/2020). (Istimewa)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Indonesia menghadapi sejumlah tantangan untuk memenuhi pangan masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, dampak Covid-19 merugikan negara dari sisi kesehatan dan akan sangat berdampak pada sektor perekomian termasuk dalam hal pangan.

Dia mengatakan, selain kesehatan, sektor pertanian harus siap menjadi garda terdepan melawan penyebaran Covid – 19.

“Indonesia tengah mengalami pembatasan di sejumlah wilayah, untuk itu saya minta seluruh pihak terkait, kita tidak boleh diam, saya ini orang lapangan, kalian butuh makan dan protein, kalian tidak bisa fight dengan virus yang dashyat ini tanpa pangan,” kata Syahrul usai menyaksikan penandatanganan 6 mitra peternakan bersama dengan Grab di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta (14/4/2020).

Kerja sama dengan Grab tersebut, lanjutnya, diharapkan dapat melancarkan distribusi produk pangan hasil peternakan seperti daging sapi dan ayam, telur, susu dan olahan lainnya kepada masyarakat.

Adapun 6 mitra yang digandeng Kementerian Pertanian adalah PT Charoen Pokphan Indonesia, PT Japfa Comfeed Indonesia, PT Tri Putra Panganindo, PT Cimory, PT Indoguna Utama, dan PT Agro Boga Utama, dan pengembangan pemasaran produk peternakan berbasis daring dengan 3 start up digital marketplace, yakni etanee, Tani Supply Indonesia, dan SayurBox.

“Secara kesehatan mungkin bisa selesai lebih cepat, tapi dampak Covid itu bagi pertanian bisa bertahun-tahun. Di sini lah dibutuhkan kebersamaan, dibutuhkan nurani kebangsaan, harus ada keterpanggilan atas nama bangsa, kalau tidak, maka siap-siap kita akan melihat ceceran masalah di depan mata kita,” kata Syahrul.

Mengurai permasalahan pangan di tengah pandemic Covid–19 ini dibutuhkan href="https://www.ayobandung.com/tag/ kerja sama"> kerja sama dan sinergi yang kuat dari berbagai pihak. Pria yang pernah dua periode menjadi Gubernur Sulawesi Selatan tersebut memanggil seluruh pelaku usaha bidang pertanian dan peternakan maupun mitra usaha bidang transportasi dan para generasi milenial untuk turut membantu memenuhi ketersediaan pangan bagi 267 juta masyarakat Indonesia.

“Bagi kami di kementerian pertanian, selain perintah Presiden, agar Kementerian tidak boleh diam, bagi kami ini adalah ruang–ruang ibadah, saya selalu bilang ini saatnya kalian menjadi pejuang, jangan berpikir macam–macam lagi untuk bangsa dan negara mu, dan temen-temen sekarang hadir untuk itu, dengan kebersamaan saya yakin kita bisa lebih cepat keluar dari permasalahn ini,” kata Syahrul.

Halaman:

Editor: M. Naufal Hafizh

Tags

Terkini

Kapan Kartu Prakerja Gelombang 22 Dibuka? Ini Jawabannya

Kamis, 23 September 2021 | 10:59 WIB

Jadwal Resmi Libur Nasional dan Cuti Bersama 2022

Kamis, 23 September 2021 | 10:23 WIB

Pegawai Jiwasraya Protes Dirugikan: Cuti Tidak Dibayar

Rabu, 22 September 2021 | 22:42 WIB
X