Susi Pudjiastuti Buka Suara Soal Klaim Cina Atas Natuna

- Senin, 6 Januari 2020 | 09:26 WIB
Tanggapan Susi Pudjiastuti soal China langgar ZEE. (twitter/@susipudjiastuti)
Tanggapan Susi Pudjiastuti soal China langgar ZEE. (twitter/@susipudjiastuti)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Eks Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberikan tanggapan atas sikap pemerintah dalam merespons persoalan Cina yang melanggar wilayah Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Indonesia. Susi menegaskan Indonesia tidak boleh melindungi pencuri meskipun bersahabat.

Susi menyoroti pernyataan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang dianggap tidak tegas dalam menyikapi persoalan klaim Cina atas perairan Natuna. Bahkan, Cina telah menerjunkan kapal penjaga memasuki perairan Natuna.

Pada sebuah kesempatan, Prabowo menyebut bila kasus klaim Cina atas perairan Natuna harus diselesaikan secara baik-baik. Pasalnya, Cina merupakan negara sahabat Indonesia.

AYO BACA : Nelayan Cina Tangkap Ikan Gunakan Pukat Harimau di Laut Natuna

Menanggapi pernyataan itu, Susi lantas membuat cuitan yang diunggah ke akun Twitter pribadinya, @susipudjiastuti, pada Sabtu (4/1/2020). "Bedakan pencurian ikan dengan persahabatan antar negara," tulis Susi seperti dikutip Suara.com, Senin (6/1/2020).

Bagi Susi, persahabatan antar negara bagaimanapun tidak seharusnya melindungi pelaku pencurian ikan. Hukum tetap harus ditegakkan meskipun pencurinya adalah negara sahabat sendiri.

"Persahabatan antar negara tidak boleh melindungi pelaku pencurian ikan & penegakan hukum atas pelaku Ilegal Unreported Unregulated Fishing (IUUF). Tiongkok tidak mungkin dan tidak boleh melindungi Pelaku IUUF. Karena IUUF adalah crime/ kejahatan lintas negara," imbuhnya.

AYO BACA : Indonesia-Cina Memanas, TNI Kirim Banyak Kapal Perang Besok ke Natuna

Dalam cuitannya, Susi juga menunjukkan cuplikan video pidatonya. Dalam video berdurasi 45 detik itu, Susi menyebut bahwa investor asing yang ingin berbisnis perikanan di Indonesia tidak perlu menangkap ikan apalagi mencuri. 

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Terkini

9 Daerah Turun Status ke PPKM Level 1, Ada Bandung?

Senin, 18 Oktober 2021 | 17:47 WIB

Resmi! PPKM Diperpanjang Lagi hingga 1 November 2021

Senin, 18 Oktober 2021 | 17:25 WIB

Kemenag Siap Selenggarakan Haji, Ini Syaratnya

Senin, 18 Oktober 2021 | 17:14 WIB
X