Indonesia - China Memanas, TNI Kirim Banyak Kapal Perang Besok ke Natuna

- Minggu, 5 Januari 2020 | 19:26 WIB
Kapal perang. (pixabay.com)
Kapal perang. (pixabay.com)
<p> p><p><strong>JAKARTA, AYOBANDUNG.COMstrong> -- Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Laksamana Madya<a href="https://www.ayobandung.com/tag/ TNI"> TNIa> Yudo Margono menyatakan kapal nelayan<a href="https://www.ayobandung.com/tag/ China"> Chinaa> menangkap ikan dengan menggunakan pukat harimau yang ditarik dua kapal di laut <a href="https://www.ayobandung.com/tag/Natuna">Natunaa>, Kepulauan Riau. Senin (6/1/2020), TNI akan mengirimkan kapal perang ke kawasan <a href="https://www.ayobandung.com/tag/Natuna">Natunaa>.p> <p>Pukat harimau di Indonesia dilarang oleh pemerintah melalui peraturan menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2015. Terakhir kali nelayan<a href="https://www.ayobandung.com/tag/ China"> Chinaa> menggunakan pukat harimau di laut <a href="https://www.ayobandung.com/tag/Natuna">Natunaa> sekitar tahun 2016 silam, di mana saat itu<a href="https://www.ayobandung.com/tag/ TNI"> TNIa> menangkap dua kapal negara asing tersebut.p> <p><strong>AYO BACA : strong>p><p>Sejak penangkapkan itu, lanjutnya, tak ada lagi nelayan<a href="https://www.ayobandung.com/tag/ China"> Chinaa> yang berani menangkap ikan di <a href="https://www.ayobandung.com/tag/Natuna">Natunaa>. Namun, sekarang mereka datang kembali menjarah potensi laut Indonesia.p> <p>"Berdasarkan pantauan kami dari udara, mereka memang nelayan<a href="https://www.ayobandung.com/tag/ China"> Chinaa> yang menggunakan pukat harimau," kata Pangkogabwilhan I dalam konferensi pers di Pangkalan Udara<a href="https://www.ayobandung.com/tag/ TNI"> TNIa> AL, di Tanjungpinang, Kepri, Minggu (5/1/2020).p> <p><strong>AYO BACA : strong>p><p>TNI telah melakukan upaya persuasif mengajak kapal penjaga pantai<a href="https://www.ayobandung.com/tag/ China"> Chinaa> membawa nelayan-nelayannya meninggalkan perairan <a href="https://www.ayobandung.com/tag/Natuna">Natunaa>. Menurut dia, sesuai aturan seharusnya nelayan<a href="https://www.ayobandung.com/tag/ China"> Chinaa> tersebut ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku. Sementara kapal penjaga pantai memang hanya diusir keluar dari perairan Indonesia.p> <p>"Tapi kita lakukan upaya damai. Meminta mereka keluar dengan sendirinya, di samping upaya negosiasi juga dilakukan Kementerian Luar Negeri Indonesia dengan<a href="https://www.ayobandung.com/tag/ China"> Chinaa>," ujarnya.p> <p>Yudo menambahkan<a href="https://www.ayobandung.com/tag/ TNI"> TNIa> juga telah menggelar operasi dengan menurunkan dua unsur KRI guna mengusir kapal asing tersebut keluar dari <a href="https://www.ayobandung.com/tag/Natuna">Natunaa>. Operasi ini, kata dia, tidak memiliki batas waktu sampai kapal<a href="https://www.ayobandung.com/tag/ China"> Chinaa> betul-betul angkat kaki dari wilayah maritim Indonesia.p> <p>"Fokus kami sekarang ialah menambah kekuatan<a href="https://www.ayobandung.com/tag/ TNI"> TNIa> di sana. Besok akan ada penambahan empat unsur KRI lagi untuk mengusir kapal-kapal tersebut," tuturnya.p><p><strong>AYO BACA : strong>p>

Halaman:

Editor: Dadi Haryadi

Tags

Terkini

Cara Mudah Tukar Kode Voucher Pelatihan Kartu Prakerja

Minggu, 26 September 2021 | 21:55 WIB

Aplikasi Pedulilindungi Mau Jadi Alat Pembayaran?

Minggu, 26 September 2021 | 16:46 WIB
X