Soal Kebijakan Nadiem Ubah Kuota PPDB 2020, Pengamat: Ini Kemunduran

- Senin, 23 Desember 2019 | 14:40 WIB
Pengamat Pendidikan, Doni Koesoema, mengkritisi kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di era Nadiem Makarim yang mengubah presentase jalur prestasi dalam zonasi PPDB 2020 menjadi 30%. (Antara)
Pengamat Pendidikan, Doni Koesoema, mengkritisi kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di era Nadiem Makarim yang mengubah presentase jalur prestasi dalam zonasi PPDB 2020 menjadi 30%. (Antara)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Pengamat Pendidikan, Doni Koesoema, mengkritisi kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di era href="https://www.ayobandung.com/tag/ Nadiem"> Nadiem Makarim yang mengubah presentase jalur prestasi dalam zonasi href="https://www.ayobandung.com/tag/ PPDB"> PPDB 2020 menjadi 30%.

Doni mengingatkan, tujuan sistem zonasi adalah pemerataan kualitas pendidikan dan keadilan sosial.

Menurut dia, memperbesar kuota jalur prestasi justru bertentangan dengan tujuan tersebut.

"Pemerintah mempunyai tanggung jawab untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan, bukan cara meningkatkan prestasinya, kan dengan 30% jalur prestasi artinya pemeritah itu tetap melaksanakan elitisme," ujar Doni, dikutip dari Republika, Minggu (22/12/2019).

Dia menerangkan, semakin besar jalur prestasi membuat sekolah lebih banyak diisi oleh kelompok anak dengan prestasi. Padahal, salah satu keinginan banyak pihak, bagaimana memeratakan sekolah-sekolah.

AYO BACA : Sistem Baru PPDB, Disdik Kota Bandung: Kami Lebih Dulu Menerapkan

Karena itu, bukannya mengurangi, Doni justru mempertanyakan kebijakan Mendikbud tersebut.

"Karena selama masih ada jalur prestasi, kita berarti masih membedakan anak-anak itu berprestasi atau tidak. Padahal dalam proses pendidikan kita harus percaya semua anak itu berprestasi, prestasinya macem-macem, jadi ini kemunduran," kata Doni.

Karena itu, dia menilai aturan sistem zonasi href="https://www.ayobandung.com/tag/ PPDB"> PPDB 2020 justru mengaburkan tugas Pemerintah dalam meningkatkan kualitas dan layanan pendidikan di sekolah-sekolah yang belum standar.

Halaman:

Editor: M. Naufal Hafizh

Tags

Terkini

Kapan Kartu Prakerja Gelombang 22 Dibuka? Ini Jawabannya

Kamis, 23 September 2021 | 10:59 WIB

Jadwal Resmi Libur Nasional dan Cuti Bersama 2022

Kamis, 23 September 2021 | 10:23 WIB

Pegawai Jiwasraya Protes Dirugikan: Cuti Tidak Dibayar

Rabu, 22 September 2021 | 22:42 WIB
X