Indonesia Tsunami Early Warning System Masuki Babak Baru

- Jumat, 25 Oktober 2019 | 12:16 WIB
Peresmian Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) di Kecamatan Pasir Jambu, Kabupaten Bandung. (Dok. BMKG)
Peresmian Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) di Kecamatan Pasir Jambu, Kabupaten Bandung. (Dok. BMKG)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Indonesia merupakan wilayah yang sangat tinggi tingkat kegempaannya. Hal ini disebabkan karena wilayah Indonesia merupakan wilayah pertemuan 4 lempeng besar, yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Australia yang relative bergerak ke utara, Lempeng Pasifik yang bergerak ke arah barat, serta Lempeng Laut Philiphina yang berada di utara Sulawesi Utara.

Pemerintah Indonesia sejak 2005 telah membangun jaringan seismik yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia untuk monitoring kegempaan dan deteksi tsunami. Dalam perkembangannya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mempunyai suatu sistem yang dinamakan Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS).

Sistem ini dikembangkan setelah terjadinya tsunami yang cukup dasyat yang menimpa wilayah Aceh pada 2004. Tepatnya pada 2005 pemerintah Indonesia yang dibantu dan didukung oleh banyak negara seperti Jerman, Cina, dan Jepang, membuat suatu sistem peringatan dini yang dinamakan InaTEWS.

Setelah selama kurang lebih 3 tahun sistem ini dibangun, pada 2008 InaTEWS resmi dipergunakan oleh BMKG yang ditandai dengan diresmikannya InaTEWS oleh Presiden Susilo Bambang Yudoyono.

Sistem ini harus kita akui masih banyak kekurangannya, tetapi ini merupakan suatu loncatan yang cukup signifikan dibandingkan dengan kondisi sebelum peristiwa gempa dan tsunami Aceh pada 2004.

Seiring waktu, dari tahun ke tahun sistem ini mengalami penyempurnaan atau update baik peralatan, processing, maupun sistem diseminasinya. Yang awalnya BMKG menentukan parameter gempa sekitar 5 menit setelah terjadi gempa bumi, sekarang menentukan parameter gempa bumi menuju 3 menit

AYO BACA : BMKG Resmikan Instalasi 194 Seismograf di Seluruh Indonesia

Tentunya lompatan ini merupakan suatu kemajuan yang cukup signifikan.

Pada 2018, Indonesia dikejutkan oleh 3 peristiwa gempa bumi dan tsunami yang menyita perhatian dunia international yaitu gempa bumi Lombok, gempa bumi dan tsunami di Palu, serta tsunami di Selat Sunda. Tsunami Palu dan Selat Sunda merupakan fenomena baru dalam di Indonesia.

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Terkini

Berbagai Penyebab Tenaga Honorer Dihapuskan

Jumat, 21 Januari 2022 | 16:51 WIB

Video Kecelakaan Maut di Balikpapan yang Viral

Jumat, 21 Januari 2022 | 11:39 WIB

Kecelakaan Maut Balikpapan, 5 Tewas, 13 Luka-luka

Jumat, 21 Januari 2022 | 11:24 WIB

Catat! Ini Lokasi Baru Street Race Polda Metro Jaya

Jumat, 21 Januari 2022 | 10:15 WIB

Arteria Dahlan Minta Maaf

Kamis, 20 Januari 2022 | 14:02 WIB
X