Sebut Emil Sesat, Politikus PDIP Arteria Dahlan Banjir Kecaman

- Kamis, 10 Oktober 2019 | 09:33 WIB
Arteria Dahlan. (Republika/Nawir Arsyad Akbar)
Arteria Dahlan. (Republika/Nawir Arsyad Akbar)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Politikus PDIP href="https://www.ayobandung.com/tag/-Arteria-Dahlan"> Arteria Dahlan menerima banyak kecaman karena sikapnya saat adu argumen dengan ekonom senior, Profesor href="https://www.ayobandung.com/tag/-Emil"> Emil Salim, saat debat soal Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) UU KPK.

Dalam program "Mata Najwa episode Ragu-ragu Perppu", Arteria menunjukkan sikap yang meluap-luap hingga menunjuk-nunjuk href="https://www.ayobandung.com/tag/-Emil"> Emil Salim.

Pada mulanya, Arteria bicara soal operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK. Ia menilai hal itu berlebihan. Padahal, menurut dia, banyak janji KPK yang tidak tercapai.

Pernyataan Arteria itu kemudian dibalas href="https://www.ayobandung.com/tag/-Emil"> Emil dengan menyinggung soal ketua partai yang terjerat kasus di KPK. "Apa semua ketua partai masuk penjara, apa itu tidak bukti keberhasilan KPK?" ujar href="https://www.ayobandung.com/tag/-Emil"> Emil.

Namun menurut Arteria, penangkapan ketua partai itu sebagian kecil dari kerja KPK. Arteria menyoroti sejumlah hal mulai dari monitoring hingga pencegahan. Arteria bahkan 'menguliahi' profesor di almamaternya sendiri.

"Prof, gini loh, Prof dengan segala hormat saya sama profesor, profesor bacalah tugas fungsi kewenangan KPK, tidak hanya melakukan penindakan tapi bagaimana pencegahan," ucap Arteria.

"Bagaimana penindakannya, bagaimana juga supervisi, monitoring ini dan koordinasi ini tidak dikerjakan Prof, tolong jangan dibantah dulu Prof," ujar dia melanjutkan.

Arteria pun bicara soal alasan pembentukan dewan pengawas hingga sejumlah kasus korupsi yang menurut dia tak diangkat KPK, misalnya dana bencana, kasus KONI hingga kasus pasar Sawit. Emil Salim lantas mengatakan, ada kewajiban dalam UU KPK untuk menyampaikan laporan. Namun, Arteria menepis hal tersebut.

"Mana Prof, saya di DPR, Prof. Tidak boleh begitu Prof, saya yang di DPR saya yang tahu, mana Prof? Sesat, ini namanya sesat," kata Arteria memotong pernyataan href="https://www.ayobandung.com/tag/-Emil"> Emil dengan menunjuk-nunjuk href="https://www.ayobandung.com/tag/-Emil"> Emil dengan posisi setengah berdiri.

Halaman:

Editor: M. Naufal Hafizh

Tags

Terkini

X