Menteri LHK: Indonesia Jangan Jadi Tempat Sampah Negara Maju

- Selasa, 27 Agustus 2019 | 18:37 WIB
Petugas menunjukan sampah dari Australia. (AFP)
Petugas menunjukan sampah dari Australia. (AFP)

BOGOR, AYOBANDUNG.COM--Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar menegaskan bahwa terkait meningkatnya impor sampah dan limbah, Indonesia tidak boleh menjadi tempat sampah negara maju.

Mesti dilihat persoalannya, bukan kita tidak mau impor scrap plastik atau scrap kertas. Persoalannya adalah scrap plastik dan scrap kertas ini ditumpangi oleh sampah dan limbah, macam-macam sampahnya, ada bekas infus, ada bekas pampers, ada bekas ampul suntik obat, hingga aki bekas, kata Siti yang ditemui usai menghadiri rapat terbatas bertopik Impor Sampah dan Limbah di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (27/8/2019).

Menurut catatan Kementerian LHK, sampah dan limbah itu datang dari negara-negara, antara lain Amerika Serikat, Australia, Inggris, Jerman, dan Hong Kong.

AYO BACA : Impor Sampah dan Konsep Perdagangan Terbaik

Siti menjelaskan pemerintah telah memulangkan kembali 400 kontainer berisi sampah dan limbah.

Dia mengungkap masih ada 1.262 hingga 1.380 kontainer berisi sampah yang harus diperiksa yang berpotensi mengandung limbah.

Jika kontainer tersebut terkontaminasi limbah berbahaya dan beracun maka akan dikembalikan.

AYO BACA : Kurangi Sampah Plastik, Pemprov Jabar Dapat Hibah Rp2,8 Triliun dari Plastic Energy

Presiden Joko Widodo, jelas Siti, mengarahkan tidak ada toleransi atas masalah sampah dan limbah B3 yang mengontaminasi impor kertas dan plastik bekas.

Halaman:

Editor: Dadi Haryadi

Tags

Terkini

Kapan Kartu Prakerja Gelombang 22 Dibuka? Ini Jawabannya

Kamis, 23 September 2021 | 10:59 WIB

Jadwal Resmi Libur Nasional dan Cuti Bersama 2022

Kamis, 23 September 2021 | 10:23 WIB

Pegawai Jiwasraya Protes Dirugikan: Cuti Tidak Dibayar

Rabu, 22 September 2021 | 22:42 WIB
X