Penyimpangan Seksual di Lapas, Ini Kata Menteri Sosial

- Selasa, 9 Juli 2019 | 17:53 WIB
Menteri Sosial Agus Gumiwang (kanan) berbincang dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat melakukan kunjungan kerja di Politeknik Kesejahreraan Sosial (Poltekesos), Bandung, Selasa (9/7/2019). Dalam kunjungan kerjanya di Bandung, Agus Gumiwang berkesempatan untuk meresmikan perubahan nama Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) menjadi Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos). (ANTARA)
Menteri Sosial Agus Gumiwang (kanan) berbincang dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat melakukan kunjungan kerja di Politeknik Kesejahreraan Sosial (Poltekesos), Bandung, Selasa (9/7/2019). Dalam kunjungan kerjanya di Bandung, Agus Gumiwang berkesempatan untuk meresmikan perubahan nama Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) menjadi Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos). (ANTARA)
<p> p><p><strong>COBLONG, AYOBANDUNG.COMstrong>--Lembaga pemasyarakatan di Jawa Barat saat ini kelebihan muatan. Dari total 32 lapas, rutan dan 1 LPKA di Jabar, terdapat 52% persen penghuni yang tidak tertampung secara maksimalp> <p>Hal ini disinyalir menjadi penyebab para napi melakukan penyimpangan seksual di dalam lapas. Menanggapi hal tersebut, <a href="https://www.ayobandung.com/tag/Menteri-Sosial-Agus-Gumiwang-Kartasasmita">Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmitaa> mengatakan lapas yang penuh memang dapat menyebabkan sejumlah permasalahan sosial.p> <p><strong>AYO BACA : strong>p><p>Sebenarnya dalam konteks sosial, ini bisa jadi permasalahan sosial apabila sel-sel lapas terllau padat diisi, overcapacity. Tentu akan timbul dampak yang mengarah pada masalah sosial, ungkapnya ketika ditemui di Bandung, Selasa (7/9/2019).p> <p>Untuk itu, dia mengatakan, hal ini perlu menjadi perhatian bersama. Pasalnya, lapas di Indonesia dinilai harus dapat beroperasi sesuai dnegan filosofinya, yakni memberi pembinaan bagi penghuninya.p> <p><strong>AYO BACA : strong>p><p>Filosofinya kan kalau penjara di Indonesia bukan menghukum, tapi membina. Nah ini harus jadi perhatian bersama agar filosofi pembinaan justru tidak jadi bumerang, ungkapnya.p> <p>Ketika ditanya perihal perlu tidaknya dibuat &#39;bilik cinta&#39; di lapas untuk mengatasi permasalahan tersebut, Agus mengatakan hal tersebut perlu pertimbangan khusus.p> <p>Tanya saja ke Kemenkumham seperti apa, ada ahlinya yang bisa assesment dan membina narapidana, pungkasnya.p><p><strong>AYO BACA : strong>p>

Halaman:

Editor: Dadi Haryadi

Tags

Terkini

X