Sejumlah Kalangan Kritisi Bantuan Kementan untuk Korban di Sulawesi

- Jumat, 21 Juni 2019 | 20:45 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman disela kunjungan kerja di Kabupaten Maros, Sulsel, Sabtu (15/06/2019). (ANTARA)
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman disela kunjungan kerja di Kabupaten Maros, Sulsel, Sabtu (15/06/2019). (ANTARA)
<p> p><p><strong>LENGKONG,AYOBANDUNG.COMstrong>--Sejumlah kalangan mengkritisi bantuan yang diberikan oleh<a href="https://www.ayobandung.com/tag/ Kementerian Pertanian"> Kementerian Pertaniana> kepada masyarakat dan petani korban bencana banjir di sejumlah wilayah Sulawesi. Bantuan tersebut, dikhawatirkan menimbulkan rasa ketidakadilan dan juga dinilai kurang berpihak kepada petani secara keseluruhan.p> <p>"Di sini ada masalah pejabat kita memiliki konflik kepentingan. Saat berasal dari daerahnya, lalu kepentingan pribadinya diutamakan. Karena itu, kita mengkritisnya," ujar Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPW), Ujang Komarudin kepada wartawan, belum lama inip> <p>Pada Sabtu (15/6/2019) lalu, <a href="https://www.ayobandung.com/tag/Kementan">Kementana> memberikan bantuan sebesar Rp10 miliar yang diserahkan oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Balai Penelitian Tanaman Serealia Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (15/6/2019). Bantuan berasal dari sumbangan internal karyawan dan juga donasi mitra. Bantuan tersebut berupa bantuan sehari-sehari yang dibutuhkan bagi masyarakat terdampak, serta sebagian lagi disalurkan melalui program penanggulangan bencana untuk sektor pertanianp> <p>Sebelumnya, pada Kamis (13/6/2019), Mentan Amran Sulaiman melepas langsung bantuan dengan total 65 truk, berupa 1 truk benih padi dan 64 truk bantuan bahan pokok di Markas Komando Resort Militer 143/Halu Oleo. Bantuan itu diperuntukkan bagi korban banjir di empat kabupaten, Kolaka Timur, Konawe Utara, Konawe, dan Konawe Selatan.p> <p>Kementerian Pertanian (<a href="https://www.ayobandung.com/tag/Kementan">Kementana>) telah berhasil menghimpun dana bantuan sebesar Rp12 miliar, baik dari internal sumbangan karyawan maupun donasi mitra <a href="https://www.ayobandung.com/tag/Kementan">Kementana>. Bantuan senilai Rp4, 2 miliar langsung disalurkan hari ini lewat Kendari dan Rp8 miliar lainnya lewat program penaggulangan bencana untuk sektor pertanian.p> <p>Selain mengawal distribusi bantuan, Amran turut meninjau lokasi lahan dan infrastruktur pertanian yang terdampak banjir bandangp> <p>Pada awal tahun 2019, banjir juga sempat melanda wilayah di Jawa Timur, setidaknya terdapat 5937 hektar lahan pertanian yang terdampak. Namun, tidak ada pemberitaan yang mengabarkan <a href="https://www.ayobandung.com/tag/Kementan">Kementana> memberikan bantuan seperti yang dilakukan ke wilayah Sulawesip> <p>Menurut Ujang, jika memang komit dan konsisten maka bantuan-bantuan serupa juga seharusnya diberikan ke seluruh wilayah yang terkena dan terdampak bencanap> <p>"Harus merata. Jadi, jangan hanya bantuan tersebut diberikan ke daerah dimana Menteri Pertanian itu berasal," ungkapnyap> <p>Dijelaskan, jika menganut azas keadilan, seharusnya perlakuan dan kebijakan yang sama dilakukan di semua wilayah yang terkena bencana.p> <p>"Bukan hanya karena di daerahnya. Ini yang menimbulkan kecemburuan, ketidakadilan, dan berbahaya secara kepentingan politik," ungkapnya.p> <p>Terkait dengan sumber dana bantuan yang berasal dari sumbangan internal dan stakeholder <a href="https://www.ayobandung.com/tag/Kementan">Kementana>, dirinya menegaskan asalkan tidak menentang undang-undang. Jangan sampai hal itu justru berpotensi korupsi kebijakanp> <p>"Curiganya, internal ini terpaksa atau tidak memberikan sumbangannya. Karena biasanya, ketika pejabat yang ngomong, ada rasa keterpaksaan. Seolah-olah bawahannya iklas, tapi belum tentu," paparnyap> <p>Kiritikan juga disampaikan Anggota DPR RI, Inas Nasrullah Zubir. Menurutnya, penyaluran bantuan kepada daerah-daerah yang dilanda bencana memang dianggarkan ke sejumlah kementerian. <br /> Namun politisi Hanura ini mengaku tidak tahu apakah anggaran itu ada di Anggaran<a href="https://www.ayobandung.com/tag/ Kementerian Pertanian"> Kementerian Pertaniana>. p> <p>Jika anggaran itu ada, lanjutnya, maka<a href="https://www.ayobandung.com/tag/ Kementerian Pertanian"> Kementerian Pertaniana> boleh saja mengeluarkannya. Namun, jika tidak ada di alokasi anggaran, maka tidak boleh memberikan bantuan korban bencana dengan anggaran Kementerianp> <p>Disebutkan, jika memang dana bantuan itu bukan berasal dari APBN, maka bisa saja<a href="https://www.ayobandung.com/tag/ Kementerian Pertanian"> Kementerian Pertaniana> menggalang dana sendiri. Misalnya dengan menggandeng mitra-mitra swasta Kementerianp> <p>Namun demikian prosesnya harus transparan dan melibatkan lembaga lain. Seperti Kementerian Sosial. <br /> "Sah-sah saja kalau dia (Mentan) mau menggalang dana untuk korban bencana, tapi ya harus sesuai aturan, penggalangan dana bisa melibatkan Kemensos dan dibuka ke publik dari mana asalnya dan penyalurannya," tuturnya.p>

Halaman:

Editor: Dadi Haryadi

Tags

Terkini

Jemaah Bisa Umrah Setelah Karantina Lima Hari

Jumat, 22 Oktober 2021 | 10:34 WIB
X