Pembatasan Iklan Rokok Pengaruhi Perilaku Merokok Masyarakat

- Selasa, 28 Mei 2019 | 15:37 WIB
Ilustrasi. (Colin Behrens/Pixabay)
Ilustrasi. (Colin Behrens/Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM—Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono mengatakan, pemberlakuan pembatasan serta pelarangan iklan rokok di tempat publik dapat memengaruhi perilaku merokok masyarakat.

Anung dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (28/5/2019), mencontohkan Kabupaten Kulon Progo yang menerapkan pelarangan iklan rokok di ruang publik berdampak pada menurunnya konsumsi rokok di daerah tersebut.

Selain itu, Anung menyebut biaya kesakitan pada penyakit yang berkaitan dengan konsumsi rokok pun menurun.

AYO BACA : 90 Persen Perokok Dipastikan Terkena Penyakit Akibat Zat Beracun

"Kalau Kulon Progo, iklan punya pengaruh signifikan pada masyarakat miskin. Jadi, iklan rokok ditiadakan di Kulon Progo dan dampaknya biaya kesakitannya turun yang harus ditanggung di daerah itu, jumlah rokok yang dikonsumsi menurun," kata Anung.

Namun, hal itu tidak bisa disamakan untuk seluruh daerah yang menerapkan kawasan tanpa rokok dan pembatasan iklan rokok di tempat publik. Contoh lainnya Kota Bogor yang melarang iklan rokok. Namun, hal itu tidak berdampak terlalu signifikan pada pengurangan konsumsi rokok di daerah tersebut.

Meski begitu, tidak adanya iklan rokok di Kota Bogor malah menambah pendapatan asli daerah (PAD) dari iklan di baliho yang menggantikan iklan rokok.

AYO BACA : Peringati HTTS, Pemkot Bandung Galakkan Selasa Tanpa Rokok

"Billboard yang sudah disiapkan lebih banyak menghasilkan kalau tidak dipakai iklan rokok, karena iklan rokok kontraknya lama, sementara sekarang per event," kata Anung.

Halaman:

Editor: M. Naufal Hafizh

Tags

Terkini

Jemaah Bisa Umrah Setelah Karantina Lima Hari

Jumat, 22 Oktober 2021 | 10:34 WIB
X