Sejarah Berdirinya Perdi, Organisasi Kewartawanan Cikal-bakal PWI (2)

- Kamis, 31 Januari 2019 | 12:51 WIB
Berita pembentukan Persatoean Wartawan Indonesia (PWI) di koran Sipatahoenan tanggal 3 Maret 1941. Wartawan Bandung mantan anggota Perdi menganggap Perdi dibubarkan dan kemudian membentuk PWI, 5 tahun sebelum PWI yang sekarang didirikan di Solo (Sumber: Sipatahoenan, 3 Maret 1941).
Berita pembentukan Persatoean Wartawan Indonesia (PWI) di koran Sipatahoenan tanggal 3 Maret 1941. Wartawan Bandung mantan anggota Perdi menganggap Perdi dibubarkan dan kemudian membentuk PWI, 5 tahun sebelum PWI yang sekarang didirikan di Solo (Sumber: Sipatahoenan, 3 Maret 1941).

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM – Pada bagian pertama tulisan ini disebutkan bahwa Persatoean Djoernalis Indonesia (Perdi) merupakan cikal-bakal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Bagaimana bisa mengingat ada rentang waktu 5 tahun antara meredupnya Perdi dan berdirinya PWI.

Aktivitas Perdi memudar tak lama setelah kongres ke-7-nya digelar di Yogyakarta pada 23 Februari 1941. Ditambah lagi tahun berikutnya, Jepang masuk ke Indonesia dengan memaksakan aturan baru.

Di Bandung misalnya, Kolonel K. Matsui (pembesar pemerintah ISAMU balatentara Jepang) mengundang para pemimpin media massa. Pertemuan digelar pada 17 April 1942 di Gedung Pensioenfonds di Jalan Wilhelmina-Boulevard No 9. Sekarang Gedung Dwiwarna, di Jalan Diponegoro No 59.

Pertemuan berlangsung pukul 15.00 dan dihadiri Mohamad Koerdie (dari Sipatahoenan), Imbi Djajakoesoema (Sinar Pasoendan), RM Bahoem (Kaoem Moeda), I Wangsawidjaja (Priangan), R Bratanata (Nicork Express), dan A Hamid (Sepakat).

Jepang Lebur Koran dan Dirikan Organisasi Perserikatan Pers Indonesia

Dalam kesempatan itu, Matsui menyatakan agar perusahaan surat kabar setia dan berjasa kepada Jepang. Media harus memuat maklumat yang dikeluarkan Jepang, tapi diizinkan untuk memproduksi berita sendiri tanpa kontrol Jepang.

Matsui juga menyampaikan rencana Jepang mendirikan ”Perserikatan Pers Indonesia” yang dipimpin Nyonya T. van der Elst, dengan wakil Zain Abdoellah bin Salim Alatas dan seorang lainnya yang dipilih dari kalangan pers sendiri.

Jepang juga berencana menyatukan seluruh koran yang ada. Akan tetapi, kalau koran yang terbit saat itu isinya cocok dengan kehendak Jepang, maka penerbitannya bisa dilanjutkan.

AYO BACA : Sejarah Berdirinya Perdi, Organisasi Kewartawanan Cikal-bakal PWI (1)

Halaman:

Editor: Adi Ginanjar Maulana

Tags

Terkini

Akhirnya, Toilet SPBU Gratis!

Sabtu, 27 November 2021 | 12:30 WIB

20 Link Twibbon Hari Menanam Pohon Indonesia 2021

Jumat, 26 November 2021 | 20:08 WIB

Resmi, PPKM Level 3 Diterapkan di Semua Daerah

Rabu, 24 November 2021 | 20:28 WIB
X