4 Terdakwa Dugaan Suap Meikarta Jalani Sidang Perdana

- Rabu, 19 Desember 2018 | 14:21 WIB
Empat Terdakwa Dugaan Suap Meikarta Jalani Sidang Perdana. (ayobandung.com/Nur Khansa)
Empat Terdakwa Dugaan Suap Meikarta Jalani Sidang Perdana. (ayobandung.com/Nur Khansa)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM--Sebanyak empat terdakwa kasus dugaan suap Meikarta menjalani sidang perdana pembacaan dakwaan di Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu (19/12/2018). Dakwaan dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum KPK. 

Keempat terdakwa tersebut adalah Billy Sindoro selaku Direktur Operasional Lippo Group, Henry Jasmen Sitohang selaku pegawai Lippo Group, Fitradjaja Purnama selaku konsultan Lippo Group, dan Taryudi selaku konsultan Lippo Group. Mereka didakwa dalam tiga pasal tentang Tindak Pidana Korupsi. 

AYO BACA : Ini Kondisi Terbaru Proyek Meikarta

Dakwaan pertama yaitu pasal 5 ayat 1 huruf a Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUH Pidana dalam dakwaan kesatu. Sementara itu, dakwaan kedua melibatkan Pasal 5 ayat 1 huruf b Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUH Pidana, dan dakwaan ketiga Pasal 13 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Jaksa KPK membacakan total uang suap yang diduga dibagikan kepada sejumlah pegawai negeri sipil atau penyelenggara berjumlah total senilai Rp16,182 miliar dan 270 ribu dolar Singapura atau sekitar Rp2,8 miliar. Suap tersebut diduga diberikan guna mempermudah proses perizinan proyek Meikarta, mulai dari pemberian izin IPPT hingga izin lingkungan yang dibagi ke dalam tiga tahap. 

AYO BACA : KPK Dalami Aliran Dana Meikarta ke Pilkada Jabar

"Tahap pertama 143 hektare, tahap kedua 193 hektare, dan tahap ketiga 101,5 hektare dinamakan proyek Meikarta dengan konsep hunian berupa apartemen dan komersial," ujar Jaksa.

Sebelum Hakim Ketua Judjianto mengetuk palu, Billy Sindoro sempat mengucapkan pesan terkait penerimaan alat bukti proses persidangannya.

"Terhadap dakwaan yang dutujukan pada saya, majelis hanya menerima alat-alat bukti yang langsung terkait dengan saya, tapi tidak menerima alat-alat bukti yang berdasarkan asumsi dan dugaan terhadap saya," tuturnya. 

Halaman:

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Terkini

Cara Mudah Tukar Kode Voucher Pelatihan Kartu Prakerja

Minggu, 26 September 2021 | 21:55 WIB

Aplikasi Pedulilindungi Mau Jadi Alat Pembayaran?

Minggu, 26 September 2021 | 16:46 WIB

Kapan Kartu Prakerja Gelombang 22 Dibuka? Ini Jawabannya

Kamis, 23 September 2021 | 10:59 WIB

Jadwal Resmi Libur Nasional dan Cuti Bersama 2022

Kamis, 23 September 2021 | 10:23 WIB
X