Mati Suri Bisnis Aksesori Persib, dampak Matinya Kompetisi Liga 1

- Rabu, 4 Agustus 2021 | 20:30 WIB
Salah satu toko yang menjual aksesori Persib, Toko 3393 Original Merchandise Persib yang terletak di Jalan Otista, Astana Anyar, Kota Bandung, sangat merasakan adanya penurunan penjualan sejak Liga 1 tidak lagi bergulir.
Salah satu toko yang menjual aksesori Persib, Toko 3393 Original Merchandise Persib yang terletak di Jalan Otista, Astana Anyar, Kota Bandung, sangat merasakan adanya penurunan penjualan sejak Liga 1 tidak lagi bergulir.

ASTANA ANYAR, AYOBANDUNG.COM Sudah lebih dari satu tahun, kompetisi Liga 1 di Indonesia tidak berjalan akibat pandemi Covid-19.

Selama itu pula, para penjual aksesori Persib di Bandung harus mempertahankan bisnisnya di tengah matinya gairah masyarakat dengan olahraga kecintaan banyak orang ini.

Salah satu toko yang menjual aksesoris Persib, Toko 3393 Original Merchandise Persib yang terletak di Jalan Otista, Astana Anyar, Kota Bandung masih membuka gerainya. Meski terlihat sepi dan tidak ada pengunjung yang datang, berbagai aksesoris bernada Persib masih rapi tertata di dalam toko.

Menurut Mindro, salah satu penjaga di Toko 3393 Original Merchandise Persib, sejak Liga 1 tidak lagi bergulir, penjualan merchandise perlahan mulai mengalami penurunan. Jika dibandingkan dengan sebelum pandemi, penjualan merchandise Persib saat ini turun hingga 80 persen di tokonya dan mungkin hal yang sama terjadi dengan toko lainnya.

“Usaha lancarnya karena ada Liga, kalau Liga nggak jalan, ya begini,” ungkap Mindro sambil tertawa, ketika ditemui di tokonya (4 Agustus 2021).

Mati surinya Liga 1 di Indonesia membuat euforia masyarakat akan sepak bola juga menurun. Selain itu, saat pandemi Covid-19 seperti saat ini, perekonomian masyarakat yang masih lemah juga menjadi salah satu faktor lain sepinya bisnis ini.

 “Kemarin sempat ada Piala Menpora, tetapi tetap nggak bisa menaikkan (penjualan). Tetap kekuatannya ada di Liga,” terang Mindro.

Saat ini, Mindro dan rekan penjual aksesoris Persib lainnya hanya bisa mengandalkan pendapatan dari penjualan online dan pesanan dari komunitas Viking di seluruh Indonesia. Walau memang tidak sebanyak biasanya dan masih tetap mengalami penurunan jumlah pesanan.

Tapi online mah masih berjalan, soalnya ini (komunitas pecinta Persib Bandung) mencakup sudah ke luar daerah, ke luar Pulau. Bobotoh kan dimana-mana. Tidak dipungkiri online mah Alhamdulillah masih ada,” terang Mindro.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Terkini

Klasemen Persib Terbaru Usai Imbang Lawan Bali United

Sabtu, 18 September 2021 | 23:08 WIB

5 Pemain Persib Bandung Dipanggil Timnas Indonesia

Jumat, 17 September 2021 | 23:22 WIB

Beckham Diyakini Bisa Maksimalkan Potensi

Rabu, 15 September 2021 | 07:25 WIB
X