Pelatih Persib Singgung Struktur Politik Indonesia

- Selasa, 20 Oktober 2020 | 12:54 WIB
Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts.
Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts.

GEDEBAGE, AYOBANDUNG.COM -- Liga 1 2020 masih meninggalkan harapan  bagi pelatih Persib Bandung, Robert Alberts. Dengan segala risiko, dia berpendapat, bukan tidak mungkin sepak bola Indonesia terus berjalan di tengah wabah virus corona.

Dia menyadari, sepak bola bisa berdampingan dengan pandemi Covid-19, dengan syarat protokol kesehatan menjadi harga mati untuk diterapkan dalam setiap kegiatan tim.

Dalam situasi kenormalan baru, Robert juga memahami satu kenyataan bahwa masyarakat harus menjadi bagian dari kehidupan manusia. Termasuk dalam industri sepak bola Tanah Air.

"Saya pikir di seluruh dunia sudah mempelajari bahwa covid mendadak menjadi kenyataan, lalu kami mengikuti instruksi menjaga kesehatan dan keselamatan sebisa mungkin," kata Robert usai memimpin latihan di Stadion GBLA, Selasa (20/10/2020).

Robert berpendapat, manusia harus hidup berdampingan dengan Covid-19. Pasalnya, covid-19 sudah menjadi momok dalam kehidupan manusia saat ini. Karenanya pelatih asal Belanda itu mengatakan, manusia harus bangkit dari ketakutan dengan tetap bersiaga atas bahaya covid-19. 

Robert menyadari, Covid-19 adalah penyakit yang harus ditakuti seperti virus-virus lainnya. Dia juga sepakat seluruh masyarakat agar mengikuti imbauan pemerintah untuk menerapkan protokol kesehatan yang baik.

"Covid juga tetap ada di sekitar kami layaknya penyakit lainnya, seperti malaria, demam berdarah yang juga mematikan. Semua orang juga harus melindungi diri mereka supaya tidak terkena gigitan nyamuk. Dan ini adalah sesuatu yang harus bisa diterima untuk hidup bersama. Karena orang-orang juga saat ini masih belum tahu cara paling efektif dalam memerangi covid," katanya.

Robert mencontohkan, sebelum penyebaran covid-19 masif di Indonesia, para penonton sepak bola Indonesia bisa datang ke stadion untuk menyaksikan timnya bertanding. Namun di masa ini, suporter harus menahan diri lantaran belum ada penanganan yang pasti untuk penyakit ini.

"Kami harus mengikuti protokol kesehatan. Sambil menunggu ilmuan melakukan percobaan, kegiatan olahraga di seluruh dunia sudah dilanjutkan," kata Robert.

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Terkini

Cerita di Balik Tari Jaipong Mohammed Rashid

Minggu, 24 Oktober 2021 | 19:52 WIB
X