PERSIB HARI INI: Perjalanan Karier Si Tendangan Ular Persib, Yudi Guntara

- Jumat, 2 Oktober 2020 | 13:36 WIB
Yudi Guntara saat ditemui kantor Bank Jabar Banten (BJB) Simpang Dago, hari Jumat (25/5/2018).
Yudi Guntara saat ditemui kantor Bank Jabar Banten (BJB) Simpang Dago, hari Jumat (25/5/2018).

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Yudi Guntara adalah salah seorang dari jajaran pemain Persib yang paling cemerlang di masanya. Bahkan, dia dipuji Fabio Capello, pelatih kelas dunia. Dirinya pun dijuluki si pemilik tendangan ular.

Begini perjalanan karier Yudi Guntara.

Yudi mengawali kariernya di umur 13 tahun. Sejak masih muda, sudah banyak lomba yang diikuti Yudi. Mulai dari skala regional, nasional, hingga internasional. Bahkan, Yudi sudah mendapat kesempatan berlatih di Jerman dalam Pelatihan Nasional.

Sejak awal memulai karier  sepak bola, Yudi telah memimpikan untuk bisa masuk Persib. Setelah lama menunggu, Yudi berhasil bergabung dengan klub impian. Meski tak bisa bermain lama, namun perannya cukup menambah kesuksesan bagi Persib. Kehadirannya saat itu membantu Persib naik menuju masa jayanya di tahun 1995.

“Pertama, karena saya senang. Kemudian, penilaian dari orang-orang. Orang-orang bilang saya bagus mainnya,” tutur Yudi begitu ditanya soal alasannya memilih sepak bola sebagai karier pada awalnya.

Kesenangan itu kemudian ditekuni dengan ikut pelatihan di diklat Salatiga. Yudi menjelaskan bahwa yang masuk diklat saat itu adalah orang-orang pilihan yang memang berbakat dalam  sepak bola. Tidak sembarang orang bisa masuk ke diklat tersebut. Ada ahli yang bisa menilai bakat orang sebelum menjadi bagian dari diklat.

Yudi sudah menunjukkan kemampuannya yang cemerlang dalam sepak bola sejak masih muda. Pada tahun 1983, Yudi ikut serta dalam Piala Coca Cola U-15 di Bangkok. Kemudian, pada tahun 1986 dan 1988, dirinya masuk jajaran pemain yang ikut dalam pelatihan nasional (Pelatnas) di Jerman. Pelatnas tersebut diselenggarakan pemerintah untuk persiapan menyambut Piala Asia.

“Pesertanya diseleksi dari 4 diklat yang ada di Indonesia. Ada Diklat Salatiga, Diklat Lembang, Diklat Ragunan, dan Diklat Aceh. Jadi ada seleksi, awalnya 40, lalu jadi 22 orang,” kata Yudi.

Yudi menjadi salah satu pemain di masa-masa jaya Persib pada tahun 1993-1994. Saat itu, Persib bahkan bisa berpartisipasi dalam Liga Champions Asia. Bahkan Persib mampu menorehkan prestasi hingga di perempat final.

Halaman:

Editor: M. Naufal Hafizh

Tags

Terkini

X