Sejarah Moci Jepang di Indonesia, Kudapan Kenyal Khas Sukabumi

- Jumat, 23 Juli 2021 | 21:30 WIB
Sejarah moci pertama kali masuk di Indonesia bermula ketika Jepang melakukan penjajahan di Indonesia, khususnya di Sukabumi.
Sejarah moci pertama kali masuk di Indonesia bermula ketika Jepang melakukan penjajahan di Indonesia, khususnya di Sukabumi.

LENGKONG,AYOBANDUNG.COM — Siapa tidak mengenal makanan kenyal yang satu ini, dengan taburan tepung putih serta dibalut kacang, maupun aneka buah di dalamnya, membuatnya ini digemari oleh seluruh kalangan.

Ya, moci. Di Jepang, kudapan ini berasal dari kata kerja motsu yang berarti "menahan". Dalam kepercayaan rakyat, moci merupakan makanan yang diberikan oleh dewa.

Menurut Jonjon Johana, salah satu dosen Sastra Jepang Universitas Padjajaran, sejarah moci pertama kali masuk di Indonesia bermula ketika Jepang melakukan penjajahan di Indonesia.

“Ketika itu kedatangan tentara Jepang yang melakukan penjajahan di Indonesia. Ketika itu Sukabumi menjadi pertahanan militer, lalu ada orang Sukabumi yang bekerja di barak tentara Jepang lalu meniru resepnya; dan akhirnya moci di Sukabumi berkembang hingga saat ini,” ujar Jonjon.

Di Jepang, sudah menjadi tradisi dalam memakan moci dalam rangka merayakan acara tahun baru. Acara tersebut bernama Mochitsuki yang berarti membuat moci.

Pembuatan moci tradisional dibuat dengan minimal dua orang. Dengan bantuan palu kayu, moci terus dipukul dan di bolak-balik adonannya sampai lembut. Setelah lengket, adonan dipotong menjadi bulatan kecil, kemudian dibentuk menjadi bulat atau oval.

Moci di Jepang biasanya dimasak dengan cara dibakar, direbus, maupun dipanggang. Dengan bentuk dan isian yang beraneka ragam, membuat moci semakin cantik dan menggugah selera.

Di Sukabumi, moci banyak dijajakan oleh pengasong di titik persimpangan jalan. Sukabumi juga terkenal sebagai pusat oleh-oleh moci.

Moci tradisional Sukabumi masih mempertahankan bentuk kemasan menggunakan pembungkus bambu. Satu paket moci Sukabumi terdiri dari lima keranjang persegi empat, masing-masing berisi 10 buah.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Terkini

5 Rekomendasi Jajanan Khas Bandung yang Wajib Kamu Coba

Minggu, 19 September 2021 | 16:27 WIB

Rekomendasi 15 Kuliner Enak dan Populer di Bandung

Sabtu, 18 September 2021 | 11:09 WIB

Cara Membuat Somay, Resep Siomay Tanpa Ikan untuk Dijual

Selasa, 14 September 2021 | 12:18 WIB

Catat Jam Ngemil saat Diet agar Berat Badan Turun!

Kamis, 9 September 2021 | 20:09 WIB

Wisata Baru Bandung, Menikmati Kopi Berselimut Kabut

Kamis, 9 September 2021 | 13:09 WIB

Resep Onde-Onde Lezat, Mudah Dibikin di Rumah

Rabu, 1 September 2021 | 14:22 WIB

Subway Indonesia Akhirnya Hadir, di Mana Lokasinya?

Selasa, 24 Agustus 2021 | 12:14 WIB
X