Kaktus, si Cantik Berduri Penyuka Iklim Panas

- Minggu, 18 April 2021 | 07:00 WIB
Yadi Cahyadi, petani kaktus di Kampung Ampera, Desa Jayagiri, Lembang.
Yadi Cahyadi, petani kaktus di Kampung Ampera, Desa Jayagiri, Lembang.

LEMBANG, AYOBANDUNG.COM -- Tanaman hias kaktus sudah tidak asing lagi dengan kesan tanaman yang cocok di dataran rendah dengan suhu yang tinggi.

Namun, hal itu tidak menjadi hambatan bagi salah satu petani di Kampung Ampera, Desa Jayagiri, Lembang dalam membudidayakan tanaman kaktus.

Salah satu petani kaktus, Yadi Cahyadi menuturkan, budidaya kaktus cukuplah mudah dengan menggunakan screenhouse maupun greenhouse. Dia dapat mengakali iklim sekitar menjadi lebih hangat sesuai dengan perkembangbiakan kaktus.

“Saya pakai screenhouse atau rumah plastik, yang lain ada juga yang pakai greenhouse atau rumah kaca. Perawatannya cukup semprot seminggu sekali,” tuturnya kepada Ayobandung.com di Kampung Ampera, Desa Jayagiri, Lembang, Sabtu, 17 April 2021.

-
kaktus succulent. (Ayobandung.com/Taupik Saepuloh/magang)

Saat memulai bisnis, Yadi mendapatkan bibit kaktus untuk dibudidayakan dari Meksiko. Namun, saat ini kaktus menjadi tanaman lokal karena telah cukup lama dikembangbiakan di Indonesia.

“Sekarang kaktus ini diibaratkan sudah menjadi tanaman lokal. Sekarang jadi terbalik, orang luar yang banyak meminta dari Indonesia dengan kelebihan cuaca dan struktur kesuburan yang baik,” ungkapnya.

Saat ini, ia sudah memiliki pelanggan dari pihak domestik maupun mancanegara. Dengan konsep pemasaran menggunakan media sosial dan bergabung dengan salah satu perusahaan besar.

“Kalau di dalam (negeri) saya menjual juga di tempat wisata seperti De Ranch dan Dago Dream Park. Serta media sosial sampai ada yang memesan dari Makasar, Kalimantan, Jakarta, dan sekitar Bandung. Serta untuk penjualan ke luar negeri melalui salah satu PT yang dijual ke negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, Jepang, dan luar Asia salah satunya Meksiko,” ujarnya.

Yadi menjelaskan, jenis kaktus yang sering dijualnya yaitu kaktus gymno calisium yang dibanderol dengan harga Rp40.000-Rp200.000, kaktus cowboy Rp80.000-Rp100.000, dan kaktus biasa (sukulen) Rp3.500 per pot dan ukuran dari S hingga XXL. Serta, dirinya pun menjual kaktus berupa rangkaian sesuai kebutuhan.

“Jenis kaktus itu sejatinya ada ribuan, saya menjual kaktus ada yang per pot dan juga rangkaian seperti parsel, kayu, dan keramik kalau ada pesanan. Harganya sekitar Rp400.000 sampai Rp500.000,” jelasnya.

-
Kaktus Gymnocalycium. (Ayobandung.com/Taupik Saepuloh/magang)

Penjual kaktus yang sudah berkecimpung 6-7 tahun ini berujar, pembeli domestik dan mancanegara memiliki perbedaan dalam memilih jenis kaktus. Serta, tidak banyak yang mengetahui bahwa kaktus ini memiliki jenis yang tidak berduri. 

“Kalau yang di dalam negeri biasanya minta jenis kaktus yang warna-warni dan kalau yang dari luar nyari yang warna hijau seperti biasa. Sama banyak yang salah kaprah kalau kaktus itu yang berduri, tapi ada juga yang tidak berduri,” ujar Yadi.

Setelah hampir 7 tahun berbisnis kaktus, dia saat ini mengalami kenaikan pembelian yang cukup drastis di masa pandemi Covid-19.

“Sekarang jadi naik, kurang lebih 20-40% karena lagi pandemi gini orang-orang jenuh dan mencari hobi baru,” jelas Yadi.

-
Kaktus cowboy. (Ayobandung.com/Taupik Saepuloh/magang)

Dalam mengirim kaktus, ia mengklaim hanya dengan cara dibungkus memakai tisu serta packing menggunakan kardus, tanaman hias ini akan tahan hingga 1-2 minggu tanpa menggunakan media tanam. 

Yadi pun menjelaskan cara mengurus kaktus di rumah secara berkala dan teratur setiap minggunya. Serta, kaktus ini memiliki beragam manfaat selain menjadi hiasan.

“Seminggu sekali mah dijemur 1 sampai 2 jam sambil disemprot secara rutin, lalu masukin lagi ke dalam rumah. Kaktus sangat bermanfaat untuk mencegah radiasi elektronik misalnya disimpan dekat TV dan pencemaran asap misalnya asap rokok dan dapur,” jelasnya. (Taupik Saepuloh)

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Terkini

Gabus, dari Rawa Jadi Ikan Hias Jutaan Rupiah

Selasa, 21 September 2021 | 16:34 WIB

FESTRA 2021: Menjaga Kebudayaan Indonesia

Selasa, 7 September 2021 | 10:24 WIB

Inovasi Baru, Budi Daya Stroberi di Peti Kemas

Kamis, 5 Agustus 2021 | 17:55 WIB
X