Mengenal Lebih Dekat Komunitas Jatinangor Aksara Sunda

- Senin, 15 Maret 2021 | 09:47 WIB
Kartu Aksara Sunda yang dibuat Komunitas Jatinangor Aksara Sunda.
Kartu Aksara Sunda yang dibuat Komunitas Jatinangor Aksara Sunda.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Berawal dari kekhawatiran akan eksistensi aksara Sunda yang mulai dilupakan masyarakat, Susilawati membentuk komunitas Jatinangor-Aksara-Sunda">Jatinangor Aksara Sunda (JAS). Komunitas menjadi wadah bagi siapa saja yang ingin belajar aksara Sunda.

Usi, nama panggilannya, mengatakan, meskipun pembelajaran aksara Sunda sudah masuk kurikulum, namun masih ada sekolah yang tidak mengajarkannya kepada siswa. Menurutnya, hal tersebutlah yang menjadi salah satu faktor mengapa aksara Sunda kurang akrab di kehidupan masyarakat.

"Pembelajaran aksara Sunda sebenarnya sudah masuk kurikulum, entah itu di tingkat SD, SMP, maupun SMA. Namun ada sebagian yang tidak mengajarkannya kepada siswa. Entah itu karena pengajarnya yang tidak tahu atau tidak mengerti tentang aksara Sunda, atau memang sengaja dilewat. Banyak kasus seperti ini," katanya kepada Ayobandung.com, Minggu (14/3/2021).

Mindset siswa atau masyarakat yang belajar hanya untuk mendapat nilai, kata Usi, juga merupakan faktor mengapa aksara Sunda tak populer.

"Nah, ini (mindset) yang harus kita luruskan, belajar aksara Sunda itu asyik lho, mudah lho, belajar aksara sunda itu menjanjikan lho. Buktinya banyak kok yang menjual produk-produk dengan memakai aksara sunda yang laku di pasaran, misalnya kaos, aksesoris, dll," tambahnya.

Usi melanjutkan, sasaran awal dari komunitas ini adalah mahasiswa yang ada di Jatinangor. Hal tersebut menimbang daerah Jatinangor yang merupakan kawasan pendidikan karena adanya beberapa perguruan tinggi. Namun karena target tersebut tidak tercapai, akhirnya perekrutan anggota dibuka dari berbagai kalangan.

"Alhamdulillah, sampai saat ini di JAS sendiri anggotanya dari berbagai kalangan. Mahasiswa banyak, pelajar ada, penggiat budaya ada, masyarakat umum juga ada, dan dosen pun ada. Juga dari berbagai daerah di Jawa Barat, bukan hanya orang-orang dari Jatinangor saja," lanjutnya.

Untuk memudahkan proses pembelajaran, Usi berinisiatif membuat alat peraga berbentuk kartu yang bisa dimainkan.

"Jadi dalam satu set kartu aksara Sunda tersebut sudah lengkap, ada aksara vokal, konsonan atau ngalagena, vokalisasi penanda bunyi atau rarangkén, angka, dan panduan cara memainkannya. Bisa dimainkan secara acak, bisa untuk susun kata, susun kalimat, tebak aksara, dan lainnya," jelas Usi.

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Terkini

Gabus, dari Rawa Jadi Ikan Hias Jutaan Rupiah

Selasa, 21 September 2021 | 16:34 WIB

FESTRA 2021: Menjaga Kebudayaan Indonesia

Selasa, 7 September 2021 | 10:24 WIB
X