ICEBOX Jadi Wadah Musisi Lintas Genre Berkolaborasi

- Rabu, 10 Februari 2021 | 23:37 WIB
Manshur dan Alffy Rev
Manshur dan Alffy Rev

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- ICEPERIENCE.ID kembali membuat gebrakan baru untuk konsisten mewadahi dan menyuarakan karya dari para pegiat musik di Tanah Air. Melalui proyek musik yang diberi nama ICEBOX, mereka berhasil menghadirkan sebuah platform baru bagi talenta-talenta musisi Indonesia untuk berkarya, berkolaborasi, dan menunjukan karya mereka agar didengar dan dilihat oleh publik.

Berangkat dari situasi pandemi belakangan ini yang memberi dampak negatif bagi kalangan musisi, kehadiran ICEBOX dirancang untuk menjadi sebuah ‘panggung’ yang baru dan berbeda bagi musisi untuk berkarya. Mulai dari produksi materi musik, kolaborasi musik lintas genre, live performance, membuat konten kreatif, hingga promosi bisa dilakukan dalam satu wadah bernama ICEBOX. Lebih dalam lagi, program ini bakal memberikan dukungan penuh dalam mempromosikan karya setiap musisi yang terlibat di ICEBOX.

Perwakilan ICEPERIENCE.ID Sigit Diapsoputra mengatakan ICEBOX sejatinya adalah sebuah fasilitas bagi musisi yang mengkombinasikan antara studio rekaman musik (music recording spot) yang didukung promosi musik secara digital secara terintegrasi dalam satu wadah. Konsep integrasi ini diyakini akan membantu musisi-musisi independen yang selama ini kesulitan untuk masuk ke market musik yang lebih besar dan lebih luas. Ada beragam konsep program di dalam ICEBOX yang bisa dimanfaatkan para musisi untuk makin kreatif dalam berkarya.

“Salah satu gagasan utama ICEBOX adalah terbuka bagi semua jenis musik dan memungkinkan terjadinya kolaborasi musik lintas genre. Karena sejak awal kami menginginkan agar melalui ICEBOX ini bermunculan karya-karya kolaboratif yang unik, punya kekuatan, dan diferensiasi dengan pakem-pakem musik yang ada selama ini. Dengan ICEBOX kami juga mendorong musisi-musisi Indonesia dengan karya orisinil mereka untuk terus berkembang dan naik ke level yang lebih tinggi,” ujar pria yang akrab disapa Diop ini dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (10/2/2021).     

Diop menjelaskan, musisi-musisi yang ingin terlibat di ICEBOX harus mengajukan konsep kreatif dan materi musik yang akan diproduksi. ICEBOX pun memiliki tim kurator yang terdiri dari musisi-musisi berpengalaman untuk mengkurasi setiap konsep yang diajukan serta menentukan proses dan skema produksinya. Setiap proses ini akan berujung pada promosi secara digital yang dilakukan oleh ICEPERIENCE.ID. Sebagai informasi semua rangkaian program ICEBOX bisa diikuti musisi tanpa dipungut biaya sepeser pun.

ICEBOX memiliki beberapa program yang bisa dimanfaatkan para musisi untuk mewujudkan konsep dan karya mereka, meliputi music live performance, music podcast, dan music collaboration. Sesuai namanya, setiap konsep program tersebut dibuat untuk menghasilkan experience yang berbeda-beda sesuai dengan konsep yang diusung tiap musisi. Semua konten dan karya musik yang dihasilkan di ICEBOX bisa disaksikan di akun Youtube dan Instagram @ICEBOX_ID.

Mengawali proyek perdananya, ICEBOX belum lama ini meluncurkan karya kolaboratif antara produser musik dan DJ multitalenta Alffy Rev dengan Manshur Praditya seorang musisi kontemporer yang menempatkan hasratnya terhadap instrumen tradisional angklung. Perpaduan keduanya menghasilkan sebuah komposisi musik modern yang unik melalui hentakan beat khas electronic dance music (EDM) dari Alffy Rev dengan notasi-notasi angklung bernuansa etnik dari Manshur.

Manshur, musisi yang kerap tampil di mancanegara ini menilai ICEBOX memberikan kesempatan besar bagi pegiat musik tradisi Indonesia seperti dirinya untuk tampil dan berkarya di level yang lebih tinggi lagi. Indonesia dengan sederet kekayaan musik tradisionalnya punya potensi besar untuk populer dan mendunia.

ICEBOX itu wadah untuk sharing dan berkolaborasi, menyatukan visi dan misi. ICEBOX tidak menutup mata untuk satu elemen musik atau genre musik. Kita semua bisa membuat sesuatu yang besar yang jalannya lewat ICEBOX ini karena sekarang sudah bukan lagi zaman berkompetisi melainkan kolaborasi”, ujarnya.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Terkini

X