Menyaksikan Lukisan di Atas Pelat Tembaga Etza Meisyara

- Minggu, 29 Juli 2018 | 13:31 WIB
Pengunjung tengah membaca paparan karya Etza Meisyara di ruang pertama pameran Lawangwangi Creative Space.
Pengunjung tengah membaca paparan karya Etza Meisyara di ruang pertama pameran Lawangwangi Creative Space.

DAGO, AYOBANDUNG.COM--Karya-karya yang bertebaran dalam ruang seni Lawang Wangi punya sentuhan berbeda dari seniman pada umumnya. Medium di atas kanvas menjadi asing bagi Etza Meisyara, seniman muda yang baru saja berkelana ke tiga negara, Islandia, Inggris, dan Jerman. 

Pulasan di atas pelat tembaga seakan memantulkan kekuatan dalam cerita di balik 25 maha karyanya.

Pameran tunggal Etza bertajuk "Passing By" merupakan akumulasi dari proses kreatif pengamatan langsung terhadap orang-orang asing, imigran, dan penyintas yang ditemuinya selama dua tahun mengembara.

Sebagai seniman, Etza melakukan proses kreatif dalam kesendirian. Butuh ruang dan waktu untu menyulap semua jadi karya dua dimensional yang dikerjakan dengan teknik grafis.

Karya yang menggunakan medium tembaga itu memuat gambar-gambar figur dalam bentuk bayangan atau siluet orang-orang asing, imigran dari Timur Tengah, serta ditumbuhi dengan corak abstrak.

Kehadiran tiga karya instalasi seni suara juga menambah artikulasi bahwa Etza memang lahir sebagai seniman dan musisi. 

Terpampang nyata dalam setiap karyanya, bongkahan not balok berjejer rapi sebagai bayangan semu diantara corak-corak tersebut. Ada pula tiga karya yang merepresentasikan air terjun diisi dengan gemericik air di balik karya. Semua terasa hidup dan menenangkan secara visual. 

Putri kedua dari seniman populer yang  baru saja pameran tunggal di Galeri Nasional Indonesia - Jakarta, Tisna Sanjaya,  adalah salah satu seniman muda  perempuan di kota Bandung yang sudah menyelesaikan gelar magister seni rupa. 

Etza di pameran tunggalnya menyajikan 25 karya seni grafis  menggunakan material logam. Material karya seni yang lazimnya digunakan sebagai  negatifnya dari hasil cetakan di atas kertas. Namun, Etza justru menggunakan pelat tembaga  itu menjadi karyanya.

Halaman:

Editor: Adi Ginanjar Maulana

Tags

Terkini

X