Ming Cu, Ratu Tarantula dari Bandung

- Sabtu, 24 Februari 2018 | 19:03 WIB
Ming Cu bersama laba-laba tarantula peliharaannya. (ayobandung/Irfan Alfaritsi)
Ming Cu bersama laba-laba tarantula peliharaannya. (ayobandung/Irfan Alfaritsi)

BRAGA, AYOBANDUNG.COM -- Bukan kucing atau anjing, karena perempuan asal Bandung bernama Ming Cu justru menjadikan laba-laba sebagai hewan peliharaannya, terutama yang berjenis tarantula.

Ketertarikan Ming Cu pada laba-laba telah dimulai sejak delapan tahun lalu. Warna eksotis dan bentuknya yang indah dijadikan alasan. Hingga akhirnya seorang teman memberi Ming Cu tarantula berjenis Avicularia versicolor.

"Sejak saat itu jadi suka dan ketagihan. Tidak bisa berhenti untuk terus mengoleksi. Sudah punya jenis ini tapi ingin jenis yang lain. Selalu begitu," ujar Ming Cu kepada ayobandung, Sabtu (24/2/2018).

Kini, di kediamannya di Jalan Otto Iskandardinata, Ming Cu telah memiliki sekitar 2.000 laba-laba dari berbagai jenis. Tarantula auratum mendominasi koleksinya. Wajar, karena jenis tarantula auratum dapat menghasilkan ratusan bibit telur dalam setiap pembuahan.

Ming Cu menyimpan ribuan laba-laba di sebuah ruang dan menempatkannya dalam tempat khusus berbentuk balok kaca yang disebut dengan tetarium. Segala pengetahuan tentang laba-laba didapat Ming Cu secara otodidak dari sebuah buku berbahasa Inggris dengan tebal 300 halaman.

Kepada ayobandung, Ming Cu bercerita mengenai pengalamannya memelihara hewan berkaki delapan tersebut. Mulai dari pengalamannya terkena gigitan beracun hingga tertidur larut malam karena merawat laba-laba.

"Pertama kali digigit rasanya biasa saja, hanya kesemutan. Tapi ketika digigit yang ke 14 kali, saya masuk rumah sakit. Seluruh badan terasa panas dingin dan keram. Lalu adrenaline rush," ujar Ming Cu.

Setelah itu, Ming Cu tidak diizinkan keluarganya untuk kembali memelihara laba-laba beracun seperti tarantula. Beberapa laba-laba yang memiliki racun dijualnya dengan terpaksa. 

Namun, kenyataan berkata lain, karena hingga kini Ming Cu masih tetap merawat laba-laba, bahkan untuk jenis tarantula yang memiliki golongan racun tingkat tinggi. "Harus rela mencintai apa adanya walau itu terkena gigitan," ujar Ming Cu tertawa.

Halaman:

Editor: Asri Wuni Wulandari

Tags

Terkini

X