Cina Tolak Penyelidikan WHO soal Asal Usul Virus Corona

- Kamis, 22 Juli 2021 | 12:47 WIB
[Ilustrasi] Tim WHO menyelidiki asal-usul pandemi virus corona dan mengunjungi dua pusat pengendalian penyakit di  Wuhan provinsi Hubei China tengah.
[Ilustrasi] Tim WHO menyelidiki asal-usul pandemi virus corona dan mengunjungi dua pusat pengendalian penyakit di Wuhan provinsi Hubei China tengah.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Cina pada Kamis menolak rencana Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk tahap kedua penyelidikan tentang asal usul virus corona, yang mencakup hipotesis bahwa virus itu kemungkinan lolos dari laboratorium Cina, kata seorang pejabat tinggi.

WHO pada Juli menyerukan pentingnya transparansi dari pihak berwenang Cina dengan mengusulkan studi fase kedua tentang asal-usul virus corona di Cina, termasuk audit laboratorium dan pasar di kota Wuhan.

"Kami tidak akan menerima rencana penelusuran asal (virus) seperti itu, dalam beberapa aspek, yang mengabaikan akal sehat dan menentang ilmu pengetahuan," kata wakil menteri Komisi Kesehatan Nasional (NHC) Cina, Zeng Yixin, kepada wartawan dikutip dari Suara.com -- jaringan Ayobandung.com.

Zeng mengatakan dia terkejut ketika pertama kali membaca rencana WHO itu karena mencantumkan hipotesis bahwa pelanggaran protokol laboratorium di Cina telah menyebabkan kebocoran virus selama penelitian.

"Kami berharap WHO secara serius meninjau pertimbangan dan saran yang dibuat oleh para ahli Cina dan benar-benar memperlakukan penelusuran asal virus penyebab COVID-19 sebagai masalah ilmiah, dan menyingkirkan campur tangan politik," ujar Zeng.

Cina menentang politisasi penelitian ini, katanya.

Asal usul virus corona baru masih diperdebatkan di antara para ahli.

Kasus pertama yang diketahui muncul di kota Wuhan di Cina tengah pada Desember 2019. Virus itu diyakini telah menular ke manusia dari hewan yang dijual untuk makanan di suatu pasar kota.

Pada Mei, Presiden Amerika Serikat Joe Biden memerintahkan para bawahannya untuk menemukan jawaban atas pertanyaan tentang sumber yang mengatakan bahwa badan-badan intelijen AS sedang mencari tahu teori-teori yang berpotensi, termasuk kemungkinan sebuah kecelakaan (kebocoran) laboratorium di Cina.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Terkini

Beruang Kutub Akan Punah 79 Tahun Lagi

Senin, 18 Oktober 2021 | 19:03 WIB

Putri Bill Gates Masuk Islam?

Minggu, 17 Oktober 2021 | 14:23 WIB

Apple Tutup Aplikasi Alquran di China, Kenapa?

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 16:00 WIB

Masjid Diserang, 10 Orang Sedang Sholat Ashar Tewas

Kamis, 14 Oktober 2021 | 11:30 WIB

6 Drama Korea Romantis yang Cocok Ditonton saat Hujan

Senin, 11 Oktober 2021 | 15:28 WIB
X