Kasus Covid-19 Parah Terjadi Setelah Vaksinasi Pfizer

- Jumat, 16 Juli 2021 | 06:29 WIB
Ilustrasi -- Vaksin Pfizer.
Ilustrasi -- Vaksin Pfizer.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Sebagian orang mengidap Covid-19 dengan gejala yang cukup parah setelah mendapat dua dosis vaksin Pfizer. Penelitian baru yang terbit 6 Juli di jurnal Clinical Microbiology and Infection berusaha menemukan kesamaan di antara para pasien tersebut.
 
Dilansir dari Republika.co.id, para periset Israel mengamati 152 pasien dari 17 rumah sakit berbeda yang telah dites positif Covid-19 dan dirawat di rumah sakit. Menurut studi, 40% pasien yang terinfeksi Covid-19 parah usai vaksin itu mengalami imunosupresi, termasuk yang menjalani pengobatan kortikosteroid, kemoterapi, anti-CD20, serta penerima transplantasi organ.  

Seperti dikutip dari laman Best Life Online, Kamis, 15 Juli 2021, hanya 37% dari mereka yang imunosupresi dengan infeksi Covid-19 memiliki hasil yang baik, sementara 47% memiliki hasil yang buruk (ventilasi mekanis atau kematian). Komorbiditas lain pun umum terjadi pada infeksi usai vaksinasi.

Dari pasien yang mengidap Covid-19 setelah vaksinasi Pfizer, 71% menderita hipertensi, 48% menderita diabetes, 27% mengalami gagal jantung kongestif, 24% menderita penyakit ginjal dan paru-paru kronis, 19% menderita demensia, dan 24% menderita kanker. Hanya 6% dari pasien infeksi baru tidak memiliki penyakit penyerta.

Studi menemukan bahwa infeksi Covid-19 parah dengan risiko kematian tinggi dapat berkembang pada sebagian kecil individu yang divaksinasi lengkap dengan banyak penyakit penyerta.

"Pasien kami memiliki tingkat komorbiditas dan imunosupresi yang lebih tinggi dibandingkan dengan pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit yang tidak divaksinasi yang dilaporkan sebelumnya," ujar para peneliti.

Walau begitu, tingkat infeksi baru itu tergolong masih rendah. Pada akhir April, registrasi Kementerian Kesehatan Israel mencatat total 234 pasien yang divaksinasi lengkap dirawat di rumah sakit dengan kasus parah Covid-19 dan 90 kematian akibat kasus baru. Sementara, ada lima juta warga Israel yang sudah menjalani vaksinasi penuh.

Data di Amerika Serikat tak jauh beda. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), per 6 Juli 2021 terdapat 4.909 orang yang dirawat di rumah sakit dan 988 kematian akibat Covid-19 padahal mereka sudah menjalani vaksinasi. Sebagai perbandingan, lebih dari 157 juta warga Amerika telah melakukan vaksinasi penuh.

Direktur CDC Rochelle Walensky mengingatkan, ancaman nyata justru mengincar orang yang belum divaksin. Dia melaporkan bahwa 99,5% kematian Covid-19 di AS dalam beberapa bulan terakhir adalah individu yang belum mendapat vaksinasi.

"Kenyataan menyedihkan terlepas dari kemajuan kami adalah masih banyak kematian karena virus ini, yang sangat tragis mengingat itu tidak perlu dan dapat dicegah. Hampir semua pasien rawat inap Covid-19 dan kematian di AS sekarang terjadi di antara individu yang tidak divaksinasi," katanya pada konferensi pers di Gedung Putih pekan lalu.

Halaman:

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Terkini

Fakta Baru Ed Sheeran, Jadi Artis Terkaya di Inggris

Kamis, 4 November 2021 | 07:29 WIB
X