Honduras Kena Semprot Turki, Gara-Gara Mendukung Ekspansi Israel

- Jumat, 25 Juni 2021 | 12:50 WIB
Ilustrasi Yerusalem, yang diperebutkan oleh Palestina dan Israel.
Ilustrasi Yerusalem, yang diperebutkan oleh Palestina dan Israel.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Status Yerusalem telah masuk dalam resolusi PBB tentang solusi perdamaian antara Israel dan Palestina

Oleh karenanya, Yerusalem sebisa mungkin harus dijaga tetap netral, tidak dikuasai oleh salah satu pihak. Monopoli kekuasaan dan campur tangan politik di wilayah ini begitu rentan menimbulkan peperangan.

Akan tetapi, baru-baru ini Turki mengecam Honduras karena memindahkan kedutaan besarnya di Tel Aviv ke Yerusalem.

“Langkah terbaru Honduras sangat disayangkan. Kami mengutuk keputusan ini," kata Kementerian Luar Negeri Turki dalam sebuah pernyataan.

"Dengan langkah ini, Honduras telah melanggar hukum internasional, termasuk resolusi PBB tentang status Yerusalem, juga merusak visinya tentang solusi dua negara dan prospek perdamaian di kawasan itu," kata kementerian. Turki juga mendesak Honduras untuk membatalkan langkah ini.

Perdana Menteri Israel Naftali Bennett dan Presiden Honduras Juan Orlando Hernandez meresmikan Kedutaan Besar Honduras di Yerusalem pada Kamis. Menurut Kantor Perdana Menteri Israel, Bennett menerima Hernandez di kediamannya di Yerusalem Barat.

Keduanya sempat mengadakan pertemuan tertutup yang dilanjutkan dengan rapat kerja yang dihadiri pejabat Honduras dan Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid. Kedua negara menandatangani nota kesepahaman mengenai proyek-proyek di bidang pertanian, pengelolaan sumber daya air, kesehatan dan pendidikan, serta berbagi inovasi ilmiah. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Terkini

X