Divaksin J&J, Pria di California Alami Pembekuan Darah

- Selasa, 27 April 2021 | 22:10 WIB
Sejauh ini, vaksin dari Johnson & Johnson (J&J) masih menimbulkan polemik akibat dampak buruknya.
Sejauh ini, vaksin dari Johnson & Johnson (J&J) masih menimbulkan polemik akibat dampak buruknya.

CALIFORNIA, AYOBANDUNG.COM — Vaksin Covid-19 Johnson & Johnson (J&J) kembali menimbulkan masalah di Amerika Serikat, dengan penerima mengalami efek samping yang memprihatinkan.

Kini, setelah divaksin J&J, seorang pria berusia 30 tahun dilaporkan sedang dalam perawatan di pusat medis Universitas California San Francisco (UCSF) karena pembekuan darah.

"Sejauh pengetahuan kami, ini adalah pasien pria pertama dengan sindrom VITT (trombositopenia trombotik yang diinduksi vaksin) di AS setelah otorisasi penggunaan darurat untuk vaksin Johnson & Johnson pada 27 Februari 2021," kata juru bicara UCSF Suzanne Leigh dalam sebuah pernyataan.

Leigh mengungkapkan bahwa pasien pria tersebut masih dalam pemulihan, dengan harapan bisa keluar dari rumah sakit dalam beberapa hari ke depan.

Pasien mengalami pembekuan darah di kakinya. Dia menerima vaksin pada 8 April 2021. Lalu, seminggu kemudian, mengalami peningkatan rasa sakit di punggung bawah dan kakinya.

"Dia dirawat 21 April dan menerima terapi yang direkomendasikan untuk VITT, yang meliputi imunoglobulin intravena, antikoagulan argatroban, dan prednison," kata Leight seperti dilansir dari laman Fox News pada Selasa (27 April 2021).

Berita itu muncul setelah FDA dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mencabut jeda 11 hari untuk penggunaan vaksin COVID-19 Johnson & Johnson. Jeda dicabut setelah adanya peninjauan dan rekomendasi dari panel ahli yang menyatakan bahwa manfaat vaksinasi lebih besar daripada risiko efek samping, termasuk kasus pembekuan darah parah yang jarang terjadi.

Komite penasihat CDC merekomendasikan agar vaksin Johnson & Johnson COVID-19 tetap digunakan. Namun harus menyertakan peringatan akan risiko panjang dari pembekuan darah yang serius.

Pada Jumat, Komite CDC melakukan pertemuan untuk meninjau data keamanan seputar vaksin J&J setelah ada 15 kasus yang disebut trombosis dengan sindrom trombositopenia (TTS), di tengah hampir 8 juta vaksinasi J&J telah disuntikan. TTS adalah istilah yang luas, termasuk trombosis sinus vena serebral (CVST) yang jarang tetapi berpotensi mematikan dan trombosis vena dalam serta tromboemboli paru.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Terkini

X