Covid-19 Menggila, Penerbangan dari India akan Dihentikan Australia

- Selasa, 27 April 2021 | 14:59 WIB
Ilustrasi penerbangan dari India ke Australia.
Ilustrasi penerbangan dari India ke Australia.

SYDNEY, AYOBANDUNG.COM — Lonjakan kasus positif Covid-19 di India telah memberikan kekhawatiran untuk sejumlah negara. Pasalnya, warga dari negara terpadat kedua di dunia itu masih aktif bepergian secara internasional.

Menanggapi kondisi itu, Australia akan mempertimbangkan usul pada Selasa (27 April 2021), untuk menangguhkan penerbangan dari India. Ini demi mencegah masuk varian virus corona yang lebih ganas.

Negara Bagian Queensland pun telah mendesak pemerintah federal untuk menghentikan semua penerbangan dari India, karena risiko tinggi potensi wabah Covid-19 dari varian virus yang sangat menular dalam sistem karantina hotel di negara tersebut.

"Saya mengirim surat kepada Perdana Menteri pada akhir minggu lalu meminta penangguhan penerbangan yang datang dari India ... dan saya tahu bahwa pemerintah federal sedang mempertimbangkannya hari ini," kata Kepala Pemerintahan, Annastacia Palaszczuk, kepada Australian Broadcasting Corp pada Selasa.

Komite keamanan nasional Australia akan bertemu pada Selasa malam untuk mempertimbangkan penghentian penerbangan dari India dan juga akan mengungkap langkah-langkah termasuk mengirim pasokan medis untuk membantu India. Sementara kantor perdana menteri belum menanggapi permintaan untuk mengomentari laporan tersebut.

Pekan lalu, Australia mengumumkan akan memangkas jumlah warganya yang dapat kembali dari India dan negara-negara zona merah lainnya untuk membendung risiko penyebaran virus Covid-19 yang lebih ganas. India telah memerintahkan angkatan bersenjatanya untuk membantu mengatasi krisis Covid-19.

Sementara itu, berbagai negara, termasuk Inggris, Jerman, dan Amerika Serikat, menjanjikan bantuan medis darurat untuk mencoba mengatasi keadaan darurat yang melanda rumah sakit ke India.

Pada Senin (26 April 2021), India melaporkan lebih dari 352.000 kasus baru Covid-19, rekor global untuk peningkatan kasus harian untuk hari kelima berturut-turut, bahkan melampaui Amerika Serikat pada puncak pandemi tahun lalu. Lebih dari 2.800 kematian tercatat selama 24 jam terakhir dan jadi yang tertinggi di dunia.

Australia menutup perbatasannya untuk nonwarga negara dan penduduk tetap Maret lalu untuk mencegah virus corona baru mencapai negara itu. Semua pelancong yang kembali harus menjalani karantina wajib di hotel selama dua minggu dengan biaya sendiri. Sistem karantina sebagian besar telah membantu Australia menjaga jumlah Covid-19 relatif rendah, dengan hanya di bawah 29.700 kasus dan 910 kematian. [*]

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Terkini

Beruang Kutub Akan Punah 79 Tahun Lagi

Senin, 18 Oktober 2021 | 19:03 WIB

Putri Bill Gates Masuk Islam?

Minggu, 17 Oktober 2021 | 14:23 WIB

Apple Tutup Aplikasi Alquran di China, Kenapa?

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 16:00 WIB

Masjid Diserang, 10 Orang Sedang Sholat Ashar Tewas

Kamis, 14 Oktober 2021 | 11:30 WIB

6 Drama Korea Romantis yang Cocok Ditonton saat Hujan

Senin, 11 Oktober 2021 | 15:28 WIB
X