Petani Lebanon Beralih Tanam Ganja, Akibat Krisis Ekonomi

- Rabu, 21 April 2021 | 13:12 WIB
Ilustrasi kebun ganja yang ditanam oleh para petani.
Ilustrasi kebun ganja yang ditanam oleh para petani.

BEIRUT, AYOBANDUNG.COM — Selama tiga dekade, Abu Ali menanam kentang untuk menafkahi keluarganya. 

Tetapi kini, krisis ekonomi yang melanda Lebanon telah menaikkan biaya produksi dan memaksanya untuk menukar tanaman dengan ganja.

"Ini bukan karena cinta ganja," kata pria 57 tahun itu, kepada AFP, di wilayah Baalbek timur, jantung industri ganja di Lebanon.

"Ini karena lebih murah daripada tanaman lain ... dan memungkinkan Anda untuk hidup dengan bermartabat."

Ketika nilai mata uang lokal jatuh di pasar gelap, harga bahan bakar impor, benih, pupuk dan pestisida yang dihargai dalam dolar meroket. Semakin banyak petani kecil, yang juga sebelum krisis sudah dalam kesulitan, memutuskan untuk beralih untuk menananm ganja.

“Dengan pertanian, kami selalu merugi,” kata Abu Ali, yang meminta untuk menggunakan nama samaran karena masalah keamanan.

Setelah beberapa dekade diabaikan oleh pemerintah, banyak rekan Abu Ali yang meminjam uang dari bank atau lintah darat dan harus menjual tanah atau properti untuk membayar utang mereka.

Jadi, untuk menghindari nasib yang sama, pada tahun 2019 Abu Ali mulai menanam ganja, yang benihnya empat kali lebih murah daripada kentang atau kacang hijau.

Tanaman ini juga membutuhkan lebih sedikit air dan pupuk. Dan dengan permintaan pasar yang kuat berarti, Abu Ali memiliki pendapatan yang stabil untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Terkini

Fakta Baru Ed Sheeran, Jadi Artis Terkaya di Inggris

Kamis, 4 November 2021 | 07:29 WIB
X