Disuntik Vaksin AstraZeneca, Warga Eropa Alami Pembekuan Darah Serius

- Jumat, 12 Maret 2021 | 10:09 WIB
Sejumlah tenaga pendidik saat vaksinasi Covid-19 di Karang Setra Hotel & Cottage, Jalan Bungur, Kota Bandung, Rabu (10/3/2021). Dinas Pendidikan Kota Bandung menargetkan pemberian vaksin Covid-19 kepada 1.339 tenaga pendidik di Kota Bandung. Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu bentuk persiapan jelang pelaksanaan sekolah tatap muka tingkat SD dan SMP yang rencananya akan dimulai pada Juli nanti.
Sejumlah tenaga pendidik saat vaksinasi Covid-19 di Karang Setra Hotel & Cottage, Jalan Bungur, Kota Bandung, Rabu (10/3/2021). Dinas Pendidikan Kota Bandung menargetkan pemberian vaksin Covid-19 kepada 1.339 tenaga pendidik di Kota Bandung. Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu bentuk persiapan jelang pelaksanaan sekolah tatap muka tingkat SD dan SMP yang rencananya akan dimulai pada Juli nanti.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Kasus tak menyenangkan terjadi setelah warga Eropa disuntik vaksin COVID-19 AstraZeneca. Mereka mengalami pembekuan darah serius. Sehingga Denmark memutuskan untuk tidak suntik warganya pakai vaksin covid-19 AstraZeneca.

Penghentian sementara penggunaan vaksin buatan Inggris tersebut diberlakukan sampai dua pekan ke depan. Pihak berwenang Denmark melansir, salah satu kasus penerima vaksin AstraZeneca telah meninggal dunia akibat pembekuan darah.

Sebelum Denmark menangguhkan pemakaian AstraZeneca, otoritas Austria lebih dulu menerapkan kebijakan yang sama karena terdapat kasus kematian akibat gangguan koagulasi atau pembekuan darah.

Otoritas Austria menghentikan sementara penggunaan AstraZeneca setelah ada kasus kematian penerima vaksin tersebut, akibat koagulasi.

Seperti dikutip dari Reuters, Kamis (11/3/2021), otoritas Denmark menghentikan sementara penggunaan AstraZeneca setelah terdapat laporan penerima vaksin tersebut mengalami pembekuan darah secara serius.

"Kami dan badan obat-obatan Denmark harus menanggapi laporan kemungkinan efek samping AstraZeneca yang serius, baik dari Denmark dan negara-negara Eropa lainnya," kata Direktur Otoritas Kesehatan Denmark Soren Brostrom.

Soren tak mengungkapkan jumlah laporan kasus pembekuan darah pada penerima vaksin AstraZeneca di Denmark.

Sejauh ini, 136.090 orang dari total 5,8 juta warga Denmark telah menerima suntikan vaksin AstraZeneca.

Selain AstraZeneca, negara Nordik itu juga menggunakan vaksin dari Pfizer-BioNTech dan Moderna.

“Saat ini tidak mungkin untuk menyimpulkan apakah ada kaitannya antara koagulasi dengan vaksin AstraZeneca. Kami bertindak lebih awal, itu perlu diselidiki secara menyeluruh, ”kata Menteri Kesehatan Denmark Magnus Heunicke.

Sementara melalui pendataan, AstraZeneca mengklaim ekses vaksin covid-19 buatan mereka secara umum dapat ditoleransi secara baik.

AstraZeneca juga mengklaim pada awal pekan ini, tak ada laporan kejadian buruk yang serius setelah manusia disuntikkan vaksin tersebut.

Regulator obat Uni Eropa, European Medicines Agency (EMA), Rabu (10/3), menegaskan sejauh ini tak ada bukti yang menghubungkan AstraZeneca dengan dua kasus pembekuan darah di Austria.

EMA dalam pernyataan tertulis menyebutkan, kejadian tromboemboli atau bekuan darah yang bergerak, pada orang yang telah menerima vaksin AstraZeneca tidak lebih tinggi dari yang terlihat pada populasi umum.

Sedangkan terkait kasus pembekuan darah di Denmark, EMA belum bersedia untuk dimintakan tanggapan oleh Reuters.

Dikutip dari France24.com, Denmark menambah daftar panjang negara-negara Eropa yang menangguhkan pemakaian AstraZeneca karena ekses vaksin tersebut.

Selain Denmark dan Austria, Estonia, Latvia, Lithuania, dan Luxembourg juga menangguhkan pemakaian AstraZeneca karena kasus pembekuan darah.

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Terkini

Fakta Baru Ed Sheeran, Jadi Artis Terkaya di Inggris

Kamis, 4 November 2021 | 07:29 WIB
X