Argentina Melepas Kepergian Diego Maradona

- Jumat, 27 November 2020 | 15:36 WIB
Konvoi pemakaman Maradona.
Konvoi pemakaman Maradona.

BUENOS AIRES, AYOBANDUNG.COM -- Diego Maradona dimakamkan secara tertutup di pinggiran ibukota Buenos Aires pada Kamis (26/11/2020) waktu setempat dan hanya dihadiri kerabat dan teman dekat.

Maradona meninggal di usia 60 tahun karena serangan jantung pada Rabu (25/11/2020). Kematiannya menggemparkan dunia dan menjadi perbincangan di seluruh media sosial.

Duka mendalam menyelimuti seluruh warga Argentina. Ribuan warga berkumpul untuk memberi penghormatan terakhir. Bagi mereka, Maradona bukan hanya pesepakbola hebat,  melainkan pahlawan yang berhasil mengharumkan nama Argentina.

Peti mati Maradona yang diselimuti bendera Argentina dan kaos jersey bernomor punggung 10 ditempatkan di Istana Presiden pada Kamis (26/11/2020). Pelayat dipersilakan untuk melihatnya. Antrean membentang lebih dari 1 km di luar istana dengan atmosfir yang berbeda. Ada yang menyanyi, menangis dan berpelukan. Semuanya mengekspresikan kesedihan mereka.

Namun, sempat terjadi bentrokan saat polisi menutup istana sebelum adanya lonjakan pelayat pada pukul 16.00. Beberapa melaporkan polisi menggunakan gas air mata dan peluru karet untuk menahan massa. 

Rubén Hernández, seorang pelayat, mengatakan polisi sangat keterlaluan. “Kami antre dengan tenang tapi polisi tiba-tiba menembakkan peluru karet. Padahal aku hanya ingin berbela sungkawa pada Diego,” ujar Hernández seperti dikutip dari Reuters.  

Iring-iringan panjang pun mengantarkan Maradona ke pemakaman Bella Vista. Ia dimakamkan di samping makam orangtuanya.

Maradona pernah bermain untuk Napoli selama tujuh tahun dan menjadi zaman keemasannya. Fans pun berbondong-bondong ke stadion untuk memberikan penghormatan terakhir menjelang pertandingan Napoli melawan Kroasia Rijeka di Liga Europa.

Napoli menggunakan pita hitam di lengan dan jersey 10 untuk mengenang Maradona. Dalam laga itu, Napoli menang telak dengan skor 2-0.

“Dia orang yang unik dan segalanya untuk kami (Neapolitans). Aku jarang menangisi seseorang, tapi tidak untuk Diego,” ujar Gianni Autiero, salah satu fans.

Maradona memiliki riwayat kecanduan kokain dan alkohol. Awal November, ia menjalani operasi pembekuan darah pada otak dan harus dirawat karena ketergantungan alkohol. Hasil autopsi mengatakan ia menderita gagal jantung.

Maradona meninggalkan lima anak dan mantan istrinya, Claudia Villafane (58). Mereka bercerai pada tahun 2004 setelah 20 tahun menikah.

Sesaat setelah kabar duka muncul pada Rabu, pukul 22.00 stadion di seluruh Argentina menyalakan lampu sebagai tanda berkabung. Banyak fans yang mengunjungi stadion La Bombonera dan menangisi kepergiannya.

Maradona adalah kapten tim nasional Argentina. Ia dikenal sebagai “The Hand of God” karena mencetak gol dengan tangannya saat bertanding dengan Inggris. Aksi itu membuat Argentina berhasil meraih Piala Dunia. Ini menjadi salah satu momen paling tak terlupakan. (Siti Nurul Pajriati/Magang)

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Terkini

Beruang Kutub Akan Punah 79 Tahun Lagi

Senin, 18 Oktober 2021 | 19:03 WIB

Putri Bill Gates Masuk Islam?

Minggu, 17 Oktober 2021 | 14:23 WIB

Apple Tutup Aplikasi Alquran di China, Kenapa?

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 16:00 WIB

Masjid Diserang, 10 Orang Sedang Sholat Ashar Tewas

Kamis, 14 Oktober 2021 | 11:30 WIB

6 Drama Korea Romantis yang Cocok Ditonton saat Hujan

Senin, 11 Oktober 2021 | 15:28 WIB
X