Youtube akan Tayangkan Iklan di Beberapa Video milik Kreator Tanpa Memberikan Imbalan 

- Jumat, 20 November 2020 | 09:35 WIB
YouTube.
YouTube.

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Pekan ini YouTube kembali menggelontorkan sejumlah aturan baru, dengan menayangkan iklan di beberapa video milik kreator. Iklan tersebut akan tayang di video milik kreator meski tidak tergabung dalam YouTube Partner Program (YPP). 

Dengan begitu, iklan akan tetap muncul dalam video yang tidak dimonetisasi oleh kreator. Atau dengan kata lain, YouTube akan tetap menampilkan iklan di video tanpa memberi imbalan kepada sang kreator, karena mereka dianggap belum memenuhi syarat untuk terdaftar di Program Mitranya.

Untuk kreator yang sudah tergabung dalam Youtube Partner, mereka akan mendapat imbalan (pendapatan) setiap kali iklan ditayangkan di video mereka. Sedangkan, untuk kreator yang belum tergabung dalam Youtube Partner, mereka tidak akan mendapat imbalan apapun, sekalipun akan ada iklan yang tayang di beberapa video mereka. Hal tersebut merupakan aturan pembaruan pada layanan platform tersebut.

Sebelum pembaruan, YouTube mengatakan video milik kreator tersebut hanya akan menerima iklan dalam keadaan tertentu, seperti hal nya jika dimonetisasi oleh label rekaman sebagai bagian dari klaim hak cipta. Pembaruan tersebut sebagian besar akan berpengaruh terhadap kreator pemula yang jumlah penayangannya masih sedikit.

Untuk menjadi Mitra YouTube, pembuat konten (kreator) harus memiliki lebih dari 4.000 jam waktu tonton publik yang valid dalam 12 bulan terakhir. Selain itu, mereka juga diharuskan memiliki lebih dari 1.000 subscriber dan memiliki akun AdSense yang ditautkan.

Periklanan adalah bisnis besar bagi YouTube dan perusahaan induknya, Google. Pada kuartal akhir saja, mereka mendapat $5 miliar (sekitar Rp. 71,1 triliun) hanya dari pemasukan iklan saja. Apalagi sekarang YouTube dapat menjalankan lebih banyak iklan di platformnya tanpa perlu membayar sejumlah pembuat konten dalam prosesnya. Namun disisi lain, periklanan juga merupakan masalah besar bagi seorang kreator, yang mungkin mengandalkan pembayaran situs untuk menghidupi dirinya sendiri.

Kebijakan ini mendapat protes dari anggota komunitas Youtube, karena dianggap tidak berpihak pada kreator konten. Dan beberapa netizen mengungkapkan bahwa kebijakan ini tidak adil lantaran membuat para kreator konten yang skalanya masih kecil merasa "tidak dibayar" oleh YouTube atas iklan yang ditampilkan. Dan juga mereka menganggap kebijakan ini terbilang tidak etis lantaran tidak sebanding dengan kerja keras yang dilakukan untuk membuat konten YouTube.

Dikutip dari The Verge pada Rabu (18/11/2020), Youtube mengonfirmasi bahwa iklan tidak akan tayang di video dari pembuat non-mitra yang berkonten sensitif, misalnya seperti topik politik, agama, alkohol, dan perjudian.

Pihak YouTube sendiri belum mengonfirmasi berapa banyak pembuat konten non-mitra yang akan melihat iklan dijalankan dalam videonya, tetapi perusahaan mengonfirmasi bahwa saluran dari berbagai kalangan dapat melihat kemunculan iklan tersebut. Dan untuk saat ini, perusahaan masih memantau dampak kebijakan baru nya ini terhadap para pembuat konten.

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Terkini

Beruang Kutub Akan Punah 79 Tahun Lagi

Senin, 18 Oktober 2021 | 19:03 WIB

Putri Bill Gates Masuk Islam?

Minggu, 17 Oktober 2021 | 14:23 WIB

Apple Tutup Aplikasi Alquran di China, Kenapa?

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 16:00 WIB

Masjid Diserang, 10 Orang Sedang Sholat Ashar Tewas

Kamis, 14 Oktober 2021 | 11:30 WIB

6 Drama Korea Romantis yang Cocok Ditonton saat Hujan

Senin, 11 Oktober 2021 | 15:28 WIB
X