Pria Ini Temani Ibunya yang Positif Covid-19 dari Balik Jendela RS

- Sabtu, 25 Juli 2020 | 14:48 WIB
Seorang pria bernama Jihad Al Suwait (30) duduk di pinggir jendela sebuah rumah sakit untuk melihat sekilas ibunya, Rasma Salema, yang sedang dirawat di bangsal Covid-19.
Seorang pria bernama Jihad Al Suwait (30) duduk di pinggir jendela sebuah rumah sakit untuk melihat sekilas ibunya, Rasma Salema, yang sedang dirawat di bangsal Covid-19.

HEBRON, AYOBANDUNG.COM -- Sebuah video menunjukkan seorang pria bernama Jihad Al Suwait (30) duduk di pinggir jendela sebuah rumah sakit untuk melihat sekilas ibunya, Rasma Salema, yang tengah dirawat di bangsal Covid-19.

Al Suwaiti diberitahu staf rumah sakit bahwa dia tidak dapat bertemu ibunya secara pribadi karena kekhawatiran tertular virus corona. Karena itu, dia memutuskan memanjat dinding rumah sakit dan duduk di luar jendela kamar tempat ibunya dirawat.

"Dia menghabiskan sebagian besar harinya di sana, mengamati kondisi ibunya dari luar jendela, dan akan turun ketika dia yakin ibunya tertidur lelap," kata seorang pejabat rumah sakit dikutip di media lokal, dilansir di Khaleej Times, Sabtu (25/7/2020).

-
Seorang pria bernama Jihad Al Suwait (30) duduk di pinggir jendela sebuah rumah sakit untuk melihat sekilas ibunya, Rasma Salema, yang sedang dirawat di bangsal Covid-19. (Twitter)

Dia melakukan hal ini setiap hari sampai ibunya ‘menyerah’ pada virus corona di sebuah rumah sakit di Hebron Kamis (23/7/2020) lalu. Dalam sebuah foto yang dibagikan di Twitter oleh seorang pengguna bernama Mohamed Safa, menunjukkan Al Suwaiti duduk di pinggir jendela saat dia melihat ibunya melalui kaca.

Al Suwaiti menggunakan pipa pembuangan dan jendela lain untuk memanjat gedung rumah sakit sehingga bisa duduk bersama ibunya. Salema disebut juga menderita leukemia.

Pria itu kehilangan ayahnya 15 tahun lalu dan dilaporkan sebagai putra bungsu Salema. Foto duduknya di ambang jendela kaca dan menyaksikan ibunya tanpa daya telah menggugah hati para warganet dan membuat berlinang air mata. 

"Ini membuat saya meneteskan air mata. Kehilangan ibuku pada 2014 dan hidup tidak lagi sama," ujar salah satu komentar.

Editor: M. Naufal Hafizh

Tags

Terkini

X