WHO Apresiasi Keputusan Arab Saudi Batasi Jemaah Haji

- Kamis, 25 Juni 2020 | 20:46 WIB
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus

JENEWA, AYOBANDUNG.COM -- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyambut keputusan Arab Saudi membatasi jumlah jemaah haji tahun ini. Pembatasan dinilai penting dilakukan saat pandemi Covid-19 masih berlangsung.

"Ketika beberapa negara mulai membuka kembali masyarakat dan ekonomi mereka, pertanyaan tentang bagaimana mengadakan pertemuan sejumlah besar orang dengan aman telah menjadi semakin penting. Ini terutama berlaku untuk salah satu pertemuan massa terbesar di dunia, ibadah haji tahunan," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Rabu (24/6/2020), dikutip laman Asharq Al-Awsat.

Pada Senin (22/6/2020) lalu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arab Saudi mengatakan negara tersebut akan tetap menyelenggarakan ibadah haji tahun ini. Namun jumlah jemaah dibatasi guna mencegah penyebaran Covid-19. Mereka yang diizinkan menunaikan haji adalah warga, termasuk warga asing dari berbagai negara, yang tinggal di Saudi.

“Mengingat kelanjutan pandemi dan risiko virus korona menyebar di ruang-ruang ramai dan pertemuan besar, dan penularannya antar-negara, serta peningkatan infeksi rata-rata secara global, telah diputuskan bahwa haji untuk tahun ini akan diadakan di mana jumlah jemaah sangat terbatas dari berbagai kewarganegaraan yang sudah tinggal di Arab Saudi yang dapat menunaikannya,” kata Kemlu Saudi dalam sebuah pernyataan, dikutip laman Al-Arabiya.

Saudi mengungkapkan keputusan itu diambil guna memastikan pelaksanaan ibadah haji tetap aman. Ia pun akan memantau semua tindakan pencegahan dan penerapan protokol penjarakan sosial guna mencegah adanya penularan Covid-19 di kalangan jemaah.

Pada akhir Februari lalu, Saudi memutuskan menangguhkan sementara kedatangan umat Muslim dari berbagai negara yang ingin melaksanakan umrah. Penangguhan itu pun diberlakukan bagi warga Saudi pada 4 Maret.

Kemudian pada pertengahan Maret, Saudi mulai menangguhkan salat berjemaah di masjid. Semua hal itu dilakukan semata-mata untuk mengekang penyebaran Covid-19. Namun Saudi telah memutuskan mencabut pembatasan sosial di seluruh wilayah negaranya pada Minggu (21/6/2020). Itu menjadi upaya Riyadh untuk kembali menjalani aktivitas normal di tengah pandemi Covid-19.

Editor: Dadi Haryadi

Tags

Terkini

Fakta Baru Ed Sheeran, Jadi Artis Terkaya di Inggris

Kamis, 4 November 2021 | 07:29 WIB
X